Selasa, 16 Juli 2013

from cipadu down to the road...



saya mau pamer aaahh.. baju-baju yang dibuatkan bude, hasil berburu kain murah meriah di cipadu.

tadinya saya tak menyadari, sekarang saya paham sedikit-sedikit, tentang pengertian-pengertian baru yang bertumbuh sehingga bekal kesadaran makin penuh. gara-gara mendesain sendiri pakaian yang akan saya gunakan sehari-hari untuk keperluan bekerja, kuliah (lagi) dan hang-out, saya belajar banyaaaakk hal.

hal pertama yang saya pelajari adalah soal anatomi tubuh. karena mendesain sendiri, saya jadi makin paham dan mengenali tubuh saya. saya jadi mengerti jenis pakaian apa yang paling cocok saya gunakan. bentuk potongan kerah seperti apa yang paling pantas, potongan lengan dan panjangnya, potongan tubuh tampak belakang dan tubuh bagian muka, dan banyak lagi. saya menyimak dengan serius kebutuhan cutting tersebut. rasanya sungguh asik menerjemahkan desain yang semula hanya berlesatan di kepala menjadi sesuatu yang bisa digunting, kemudian dijahitkan. ukuran yang saya perlukan terjadi sesuai kebutuhan saya, sesuai selera saya. enggak ada lagi bagian lengan sempit sementara potongan perut lebar tak keruan. karena mengenal dengan baik proporsi tubuh sendiri, saya sekalian belajar tentang penghargaan terhadap tubuh. ini juga membantu saya memahami bentuk tubuh orang lain, ketika mereka minta bantuan dibuatkan desain baju. 

kemudian urusan cutting dan aplikasi-nya. saja jadi yakin bahwa setiap orang adalah architect, insinyur, yang membangun. keterampilan ini enggak pernah selesai dalam satu hari dan mesti diasah terus. kepengrajinan karya, ini yang saya maksud. memotong kain itu persis main puzzle, penuh teka-teki dan matematika. luar biasa asik, sebabnya dari selembar kain yang lebar, kita diajak untuk menjadi kreatif dalam mengolah bahan.
makin teliti dan terampil dirimu menambahkan aneka bentuk cutting, makin pintar hitung-hitung, makin beda jahitan pakaian yang dihasilkan. dengan bahan yang sama, penjahit yang beda dalam memotong pola, hasil pakaiannya juga beda.  rasa puasnya beda..bener-bener beda. pokoknya tak terwakili kata-kata. kalau pernah merasakan sendiri cutting pola, mengerti apa yang saya rasakan. 

keterampilan bermatematika meningkat, keterampilan bernalar meningkat, keterampilan berkreasi makin diasah, keterampilan berimajinasi juga makin mengudara. sungguh ciamik..

dari bahan-bahan sisa menjahit pun biasanya masih saya buat patchwork karena enggak mau sembarangan membuang kain. dari sini timbul pemahaman tentang from trash to treasure. dari sampah jadi harta karun. sisa-sisa bahan yang ada dikumpulkan, sampai suatu hari disusun lagi seperti puzzle dan dibuat blouse baru. menyenangkan sekali, menambahkan nilai guna dari perca-perca. 

belajar memadukan perca-perca kain itu juga seru banget lho..kita diberi banyak pilihan untuk memuaskan mata atau menghancurkannya. saya nemuin jembatan keledai tentang warna secara gak sengaja..mungkin memang ada pakem-nya seperti itu di dunia fashion, tapi waktu itu kan saya belum ngeh. dan menemukan moment mak jegagig macam ini bikin bahagia saya tahan lama.

saya jadi tahu kalau bahan bentuk striped cocok dipadukan dengan bahan corak floral, demikian juga bahan corak plaid / cubical cocok digabung dengan corak floral. saya jadi ngeh dan ngerti bahwa bahan broklat itu bener-bener memunculkan seribu satu ide kain yang baru, sebabnya broklat warna apa saja bisa dicocok-cocokin dengan warna kain polos apa saja dan jadi corak baru. bahan broklat juga cocok dengan banyak sekali corak floral, striped, plaid cubical and so on. girang banget setiap nemuin warna-warni baru.

jembatan keledai untuk mix and match warna  saya dapat lewat warna pelangi. saya membikin diagram warna pelangi merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu, tentu saja dalam posisi melingkar. setiap lompatan 1 hingga 3 warna ke depan dan ke belakang adalah warna optimal yang keren banget kalau dipadukan. warna pelangi ini juga bisa ditarik ke warna-warna pastel yang lebih muda dan dipadukan dengan warna vivid dari pelangi.

contohnya untuk lompatan 2 warna optimal : merah cocok dengan kuning, hijau, biru dan nila. ungu cocok dengan hijau, kuning dan jingga. dan seterusnya. untuk turunan warna pastel juga sama. dan warna pelangi ini juga cocok dipadukan dengan warna bumi : hitam, coklat, abu-abu, putih – apapun bentuk gradasinya. mencampurkan warna itu asik banget. saya sering membayangkan alam ketika memilih corak kain yang saya pilih untuk dibuat pakaian. 

kalau mau kamu bisa singgah ke website burda-style. di sana berhamburan ide-ide jahit menjahit. orang-orang di seluruh dunia terhubung satu sama lain untuk saling sharing dan posting tentang jahit menjahit. seneng lihat banyak orang di seluruh belahan muka bumi, menularkan kecintaan yang sama : menjahit baju sendiri. kalau bisa jahit baju sendiri memang ada banyaaaakk sekali penghematan yang bisa diambil. dalam burda-style juga ditunjukkan banyak contoh pakaian simpel yang stunning. pakaiannya boleh sederhana, tetapi cara seorang model menerjemahkan desain tersebut supaya makin optimal dan stunning, jadi contoh yang baik bagi banyak orang. 

intinya jangan salahin bajunya kalau tak tampak keren pada tubuh sendiri. persoalannya ada di diri sendiri, tentang menerjemahkan gratitute dan attitude. kalau cara penilaian terhadap diri sendiri selalu buruk ya apa-apa enggak akan terasa nyaman, karena selalu merasa ada yang kurang dan tak pernah terpenuhi. burda-style ngajarin itu. seorang bisa tampil stunning dengan baju yang sederhana. mereka menyontohkan bagaimana memperlakukan baju dengan optimal.

bahan baku rok ini murah banget, kain tulle hijaunya hanya 5ribu rupiah, untuk neci 3 ribu, furing bagian dalam saya buat dari kain kaos jersey 4ribu rupiah aja. enggak sampai 15ribu bikinnyaa..

blouse syal cardigan ini refashion. dari kaos polo giordano lawas dibelah, beri kain baru, modal kainnya hanya 10ribu rupiah, perlunya cuma semeter, dan kebetulan kainnya lebar besar 150cm, jadi hemat... pada bagian bawah lengan dibuat aplikasi ruffle supaya ada teksturnya
 
kaos merchandise sigur ros ini pemberian kawan tapi ukurannya kecil, kemudian dibesarkan dengan teknik perca quilting dari sisa-sisa kaos berwarna abu-abu. untuk lengannya dibuat lengan baru dari kain hitam sisa bikin kemeja... zero waste..

refashion kemeja lawas warna biru yang sempit dengan broklat. broklat yang dibeli warna biru muda, dicampur dengan furing yang membikin kain broklatnya hidup. jadi warna baru, color block senada dengan warna biru kemeja asli. sebagai aksen tempelkan striped broklat di bagian muka kemeja. jadi deh 1 blouse baru...

baju-nya enggak perlu mahal.. yang penting attitude :) rok-nya murah meriah buat sendiri. kemeja  denim punya bapak, dikecilkan sesuai bentuk tubuh. kaos-nya beli obralan saja 25ribu :) siap deh pergi lihat dunia :)

aku suka banget dengan corak rok ku ini, gambar tentang budha, samsara dan palmistry.. bahannya katun. harganya 15ribu semeter lebar besar 150cm. aku bikin rok dengan desain fit and flare, cantik banget.. modal kainnya cuma 10ribu saja, neci 3ribu dan karet. kemeja denim punya bapak, dikecilkan sehingga sesuai bentuk tubuh..

bahan chiffon burung hantu yang dibeli di cipadu, harganya 13ribu semeter lebar 150cm. ada sisa untuk bikin baju dan dibuat syal, neci-nya 3ribu, harga kainnya mungkin 3ribu.. jadi deh syal asik seharga dibawah sepuluh ribu rupiah.

setiap kali saya main ke cipadu (enggak sering sih, kalau lagi ada temen ajak ke sana aja) saya selalu menekankan ke diri sendiri, bahwa fashion itu soal gratitude dan attitude. bahannya boleh saja murah, tapi imajinasi saya dan keterampilan yang diasah pelan-pelan itu kan mesti diapresiasi, pengalaman berproses itulah yang membikin selembar baju buatan sendiri rasanya jadi ‘luar biasa bernilai.’

sebabnya manusia terlahir dengan keterampilan meniru. sederhana-nya, bayi bisa ngomong kan karena meniru ucapan orangtuanya dalam kehidupan sehari-hari. makin banyak dan komplit perbendaharaan kata yang dimiliki orang tua atau lingkungan tempat dia dibesarkan, makin terampil pula ia berbicara karena punya segudang kelengkapan kata untuk diucapkan. buat saya hal ini setali tiga uang dengan keterampilan mendesain pakaian. saya meniru banyak hal dan terinspirasi, mencari mana yang paling sesuai bagi tubuh saya, kemudian menerjemahkan desain itu. tentang perbendaharaan fashion yang saya miliki, itu pun hasil kesabaran bertahun-tahun ber’penasaran dengan desain-desain anthropologie (brand yang saya suka) yang selalu ciamikk di mata saya. naaah..itulah asik dan serunya, saya gak pernah merasa rugi buang waktu, sebabnya selalu ada pelajaran yang bisa saya petik dan membawa manfaat bagi diri sendiri. 

kalau kamu bisa jahit sendiri, betapa asik...bersyukur banget itu pasti. persis seperti yang sahabat saya M rasakan. dia posting foto mesin jahitnya yang diberi nama barbara dan menyertakan caption : from barbara down the road. sedaaapp..

sahabat saya M itu pandai sekali utak atik gathuk fashion. style dia asik. pakaian yang sama bila dikenakan oleh 2 orang dengan karakter yang berbeda, hasilnya jadi beda lho.. menyadari karakter diri itu penting banget. suka enggak suka, kita merepresentasikan diri sendiri dengan pilihan berbusana. 

kalau kamu ketemu seseorang yang di mata mu salah kostum, berapa pun usianya, jangan dipermalukan ya.. jangan segera menganggap bahwa itulah diri dia yang sebenarnya. kita perlu imajinasi untuk membayangkan orang lain. mungkin, dia salah kostum karena belum ngerti bagaimana caranya memilih warna, mungkin karena dia belum punya kesempatan dan kemampuan untuk memiliki sendiri pakaian yang ia inginkan, dan ada banyak kemungkinan lain. 

gampangnya begini : sayur asem enak,  roti keju enak. tapi kedua hal yang enak ini kalau dimakan barengan enggak cocok. enggak semua fusion itu asik, kadang bisa bikin sakit mata soalnya. tapi hal seperti ini kan gak perlu ditertawakan,orang enggak perlu jadi keji dengan mengolok orang lain dan menjadikannya lelucon. karena humor menjadi buruk ketika melukai. 

nah, tapi ada tapinya...yang enggak cocok di mata saya kan bukan berarti enggak cocok di mata orang lain. karena itu jangan sekalipun menilai penampilan seseorang hanya dari luarnya aja. tiap orang punya pembawaannya sendiri soal gaya soalnya. fashion bisa dibeli tapi style kan enggak. style ada-nya di attitude dan gratitude. kalau kamu nyaman dengan gaya itu, ya teruskan saja, yang penting hidupmu optimal, kalau mati nanti kamu enggak terlalu bawa banyak penyesalan selama hidup.

well, saya juga punya pengalaman salah kostum – bukan karena kemauan saya untuk salah kostum sebenarnya. saya sering kepingin punya baju-baju yang di mata saya keren. apa daya, karena tubuh saya plus size, waktu remaja gak semua kebutuhan itu terpenuhi. selain enggak ada ukuran yang saya inginkan, kebanyakan baju plus size yang dijual bentuknya tante-tante banget, enggak selera saya lah pokoknya. 

daripada bersedih enggak bisa mendapatkan apa yang diharapkan, lebih baik mengisi diri, itu sih prinsip saya. waktu remaja pakaian saya basic banget, enggak menarik. tapi saya enggak mematikan imajinasi soal fashion yang suatu hari ingin saya gunakan. saya enggak mau benci dengan orang yang bisa berpenampilan baik hanya karena saya enggak bisa, soal itu saya yakin, waktunya aja yang belum datang. dan ternyata beneran datang.

saya mengamati dan melihat banyak perubahan dalam diri sendiri ketika mulai menghargai dan memberikan ruang bagi imajinasi menjadi sebuah eksekusi. dan cipadu adalah salah satu tempat yang menjawab doa-doa saya selama ini (serius enggak lebai). kalau biasanya saya beli blouse atau cardigan seharga 150ribu ke atas, harga kain di cipadu untuk kebutuhan 1 blouse saya (yang plus size ini) cuma 30ribu.  sungguh penghematan yang besar-besaran. bayangkan kalau ukuran tubuhmu M atau L, modal kainnya cuma 15ribu untuk desain yang sama. 

so, then again.. thx a bunch cipadu..

ssssttt... kalau kamu suka dengan tulisan ini, silakan mampir ke link ini, ada banyak cerita tentang refashion.. terimakasih sudah menyediakan diri mampir !!!  http://rensimanda.blogspot.com/

stay witty !!

Rabu, 10 Juli 2013

pada akhirnya kita turun ke dapur juga



hari ini saya janjian ketemu dengan sahabat masa kuliah, M namanya.. saya kerap memanggilnya marpuah.. sebagai tanda sayang perkawanan kami yang telah berlangsung sejak usia 18. badannya kurus dan kalau jalan sama dia saya senang, sebabnya dia selalu enggak bisa menghabiskan makanan yang sudah di pesan di restoran, saya jadi tempat sampahnya. 

sikil mambu-nya marpuah, E dan R.. kalau ibarat ceker, sikil marpuah enak buat kaldu, sikil E kelot-kelot, sikil R sungguh luar biasa.. ahahahahaa... damn.. time flies :)

marpuah enggak terlalu gandrung masak-masak di dapur, beda dengan saya dan E yang memang menyediakan diri mampir ke restoran bukan hanya buat makan, tapi untuk lihat dengan cermat dan teliti apapun yang tersaji sebagai pengantar imajinasi untuk mencoba membuat ulang suatu dish.
saya pernah bilang ke kawan-kawan lamaaaa berselang bahwa keterampilan memasak itu selalu ada gunanya. pada akhirnya kita semua akan turun juga ke dapur. entah laki-laki atau perempuan dan berapa pun usia kalian. 

hari ini marpuah menyadari betapa bermanfaatnya keterampilan itu. suatu hari ia akan menikah, ia akan jadi istri dan ibu, ia akan menjamu kawan-kawan, dan ia ingin punya keterampilan memasak. tentu saja seseorang enggak harus jadi istri atau ibu untuk bisa memasak, tapi panggilan kesadaran itu kebetulan baru hadir saat marpuah merasa suatu hari ia akan jadi istri dan ibu. ia mengajak saya untuk bertemu dan mengantarkan dia mencari resep-resep primarasa keluaran femina di basement blok m square dengan harga super duper terjangkau.

sebelum tahu ada tempat yang menjual buku resep dengan harga terjangkau, saya selalu mengandalkan carefour atau giant atau toko buku gramedia / gunung agung. kisaran harga buku resep masakan yang dijual adalah Rp 35ribu rupiah ke atas, tergantung siapa penyusun dan penerbitnya. karena hobi makan itulah saya selalu menyisihkan uang untuk belanja buku resep, sebabnya selain ingin belajar menduplikasi selalu  ada penghematan yang lumayan dengan memasaknya sendiri. 

suatu hari di tahun 2010, iseng-iseng saya jalan-jalan ke basement blok m square. saya ingat hari itu sabtu malam pukul delapan, sepulangnya saya mengajar private seorang murid sma, dia sekarang sudah kuliah di san francisco,(nama kampusnya tak bisa saya sebut di sini) supirnya mengantarkan saya pulang dan saya minta diturunkan di blok m square. hari itu ada amplop berisi uang bayaran les. tanpa melihat isinya, saya tahu berapa kira-kira uang yang ada di dalamnya, dihitung dari berapa kali kedatangan saya untuk mengajar. cukup untuk jajan sebulan. hari itu saya membatin mau menghabiskan uang itu untuk belanja buku di gramedia. saya sudah mencatat buku-buku apa saja yang ingin saya beli dan enggak sabar untuk membawanya pulang ke rumah.

alih-alih mampir ke gramedia, ternyata saya justru mampir ke basement blok m square karena tiba-tiba teringat ada bursa buku murah di sana. hari itu saya beruntung. 

saya ketemu satu spot yang menjual buku resep primarasa komplit-plit. awalnya si penjual membuka harga 15ribu sebuah. kemudian saya tawar Rp 10ribu untuk satu buku. hari sudah malam, jam 9 sudah lewat, orang-orang sudah beberes barang dagangan. dia tanya, “neng mau ambil berapa emangnya?” 

seratus ribu, sahut saya. akhirnya saya boleh ambil 10 buah buku resep masakan itu. kalau saya beli di carefour, cuma dapat 3 buku. pelan-pelan saya pilih-pilih resep yang saya inginkan dan bener-bener mikir mana yang paling saya perlu, sebabnya semua buku resep yang ada menggiurkan dan saya kepingin borong semua sementara uang terbatas. si penjual juga sabar menunggu saya selesai menentukan buku yang ingin saya bawa pulang, padahal setiap lapak yang ada sudah mulai ditutup terpal, kukutan. terpilihlah 10 buku. ketika membayar Rp 100ribu, saya diberi bonus 1 lagi buku resep primarasa, katanya : besok inget-inget belanja-nya di sini ya neng. 

keberuntungan selalu datang tak diduga, karena saya enggak bawa ekspektasi apa-apa. ini menyenangkan dan bahagianya tahan lama – buat saya sih.



demikianlah, kalau sedang ada uang sisa, saya belanjakan buku resep. enggak asal juga beli buku resepnya, mesti dari penyusun dan penerbit yang sudah teruji dan sudah diujicoba resepnya. sebabnya saya enggak mau ketipu food photography yang ciamik tetapi resepnya asal-asalan. 

selalu menyenangkan membeli buku resep masakan, apalagi saya juga punya hobi foto. sekali merengkuh dayung, 2, 3 pulau terlampaui, peribahasa ini cocok untuk situasi yang saya hadapi. selain dapat resep untuk diujicoba, saya juga dapet ilmu foto masakan, lagi-lagi otodidak. pengantar imajinasi itu perlu untuk melengkapi diri. kadang saya beli beberapa buku resep itu untuk kado seseorang. dengan uang seratus ribu, saya sudah bisa beli banyak buku resep, dikemas dengan cantik dan pantas untuk hadiah seseorang. 

orang mungkin merasa masak itu ya cuma masak saja. menurut saya sih enggak sesederhana dan segampang itu. masak adalah bagian dari berlangsungnya peradaban manusia. masak bikin kita jadi human. kalau belum pernah merenungkan ini renungkanlah. sebabnya binatang enggak memasak. ada sih hewan yang memepes makanannya supaya tanak, baru kemudian dimakan. tapi bukan itu maksud saya. 

saya sering membayangkan apa yang dimakan socrates pada masa dia hidup. juga orang-orang selain socrates.


ada warisan dan tradisi yang diturunkan dari nenek ke ibu dan ibu ke saya. dari simbah ke bapak dan bapak ke saya. dari pacarnya kakak saya ke saya. dari mamanya sahabat saya ke saya. dari saya ke banyak orang. itu soal warisan dan tradisi. juga ada persoalan-persoalan lain yang bila direnungkan pelan-pelan membawa kesadaran baru tentang being, tentang semesta, tentang manusia.

di youtube banyak informasi dan video seliwar seliwer yang bisa memenuhi rasa penasaran itu. BBC dan history channel punya banyak tayangan asik perihal makan dan memasak, kalau merasa butuh silahkan mampir dan cari tahu sendiri ya, download dari youtube. juga ada banyak lecturer dari kampus-kampus besar di dunia yang menerangkan tentang food history, semuanya menarik, selama ada waktu memikirkannya, hal-hal seperti ini membantu kita untuk memahami hidup yang terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan menggalau..serius deh, isi diri itu penting.

waktu ibu saya kecil, dia enggak tahu ada makanan yang disebut sandwich tuna. sekarang di usianya yang ke 50an, sandwich tuna adalah makanan favoritnya. tapi dia juga menularkan saya untuk gandrung terhadap mangut lele. darimana ibu tahu sandwich tuna, tentu saja dari peradaban. dari mana saya tahu mangut lele, dari ibu donk.

bayangkan, apa yang dulu terasa sangat sulit, sekarang semuanya begitu sepele. untuk membuat risoles misalnya. itu dulunya makanan mewah. membuat tepung panir-nya saja butuh waktu lama dari gandum menjadi tepung, tepung menjadi roti, dari roti sisa (saving leftover food) dimanfaatkan lagi jadi tepung roti. kemudian membikin pancake-nya juga enggak mudah, dari gandum menjadi tepung, kemudian diberi susu dan telur, dimasak pelan-pelan dengan telaten. belum isian ragoutnya. kemudian digoreng di dalam lemak babi (memotong babi pun pada musim gugur supaya lemaknya bisa diawetkan). dan jadi deh risoles. 

ada banyak cerita tentang asal mula makanan, asik banget cari tahu hal-hal begituan.

dunia yang dulu tak terjangkau, kini dapat dijangkau. makanan yang dulu sulit ditemui di indonesia sekarang menjamur di mana-mana. bumbu-bumbu yang dulu tak ada di sini, sekarang mudah ditemui. orang kepingin mencoba hal-hal baru, ada ujicoba resep di dalam rumah tangga. orang bisa duduk di depan komputer dan dengan adanya internet tahu ada banyak hal tentang kulinari.  

E pernah tanya ke saya waktu kami menyantap kwetiaw dan ifumi di semanggi (kawan-kawan dengan kedekatan massif selalu menyangka saya google berjalan, mereka punya ekspektasi saya bisa menjawab banyak hal), “sejak jamannya copernicus, tubuh kita berevolusi gak sih?”

alamakkk.. ini asik banget buat diperbincangkan. tapi karena kemampuan saya bernalar masih terbatas, sementara topik ini saya tangguhkan dulu. nanti kalau saya sudah agak mengerti, pasti akan saya bagi di sini. selalu menarik ngomongin makanan, masakan, dan peradaban.
oleh-oleh foto burung di kasane, botswana... bikin saya seneng ngebayangin setahun lagi mau ke sana. seneng saya jadi 2 kali, karena punya waktu setahun untuk mikirin seneng itu...ciammiikk !!
 gara-gara kawan saya E menikah dengan seorang chef berkebangsaan inggris, dia mesti pindah ke luar negeri, kami jadi enggak ketemu sampai setahun ke depan (semoga jadi main ke tempatnya) sekarang mereka di botswana (sementara) dalam waktu dekat saya belum tahu ke mana mereka akan menetap, apakah inggris apakah australia. suaminya pernah menawarkan saya untuk membantunya running restoran suatu hari nanti, saya menyambutnya dengan gembira tentu.
beberapa waktu lalu saya mampir lagi ke blok m square untuk melengkapi koleksi buku-buku resep masakan. saya menyiapkan diri untuk berlatih memasak resep yang belum pernah saya taklukan. suami E perlu seseorang yang terampil dan mampu memasak banyak jenis masakan soalnya, hal kayak gini asik tapi juga perlu dilatih. sekarang harga sebuah buku primarasa 12.500 sebuah kalau ambil banyak. kalau beli satuan dihargai Rp20ribu.
Rp400ribu dana yang saya keluarkan untuk belanja buku resep masakan, 32 buku resep masakan yang saya bawa pulang. sungguh penghematan besar-besaran.bener-bener bahagia kecil yang tahan lama.
oiaa..lapak penjual buku banyak di lantai basement blok m square. misalkan kamu mampir dan tanya buku resep primarasa tapi mereka Cuma punya sedikit stok, beralih saja ke tempat lain, cari yang stok dan pilihannya banyak, supaya makin optimal kamu milih-milih resep yang ciamik.. bukan cuma resep primarasa aja yang terpercaya. sebaiknya sih sediain waktu googling dulu buku resep yang kamu pingin dan tahu harganya dari toko buku, biar makin seneng kamu waktu mendapatkan harta karun.
 
kalau beli 1 dihargai 20ribuan, beli banyak boleh 15ribu sebuah...
waktu saya cerita ini ke marpuah, dia langsung sumringah.
Marpuah akhirnya kebingungan juga, sebabnya dia kepingin borong banyak buku resep tapi enggak tahu kapan bisa punya waktu untuk duplikasi. kekasihnya yang sekarang laki-laki kebangsaan amerika, dengan darah italia mengalir pada tubuhnya. resep masakan italia, aneka resep panggang dan caserole, bbq dan sate, sauce and dips, green salad, well you know, sesuatu yang cocok buat lidah J kekasihnya itu. saya bisa lihat pancaran wajah marpuah yang gembira dan gemes ketika pilih-pilih buku. berulang-ulang dia bilang (tanpa suara karena takut kedengaran penjualnya) nyeeett... 25ribu dua nyeeett... saya tertawa melihat dia begitu senang. akhirnya ia beli 8 buku resep, ia menabung mimpi dengan beli buku resep masakan itu.
saya ikutan senang.
saya pilih juga 8 buku resep masakan untuk nambah-nambah koleksi sambil dalam hati bersorak girang. Rp25ribu dua buku..ajegileee...
marpuah bilang : siniiihh gw bayarin...
ajegillleee....
setelah belanja, ketemu sebentar dengan J. marpuah pamer hasil buruan dia kali itu. J bilang ke saya (pakai bahasa inggris tentu, dia gak bisa bahasa indonesia) dia sering ngomong baaanyyaakk hal penting dan berguna ke teman-temannya, tapi mereka enggak menggubris, dan suatu hari mereka ternyata mengakui kalau omongan J benar, lalu melaksanakannya dan datang mengaku, gile bro omongan lu bener. persis seperti perasaan saya dulu tentang pendapat bahwa punya keterampilan memasak itu ada gunanya. 

bukan enggak mendengarkan, kata saya, tapi kesadarannya belum datang.
kami ketawa berdua.

Senin, 08 Juli 2013

mati ceroboh






kalau kamu sempat mampir ke youtube, http://www.youtube.com/watch?v=IJNR2EpS0jw  cobalah tonton iklan dumb ways to die yang baru saja mendapat penghargaan sebagai the most successful ad campaign in the history of the Cannes International Festival of Creativity tahun ini.

iklan 3 menit tersebut dibuat begitu riang dan jenaka, jinglenya ringan dengan animasi yang cocok untuk mengajarkan anak-anak supaya berhati-hati dengan banyak hal. 

kartun tom and jerry memiliki lebih banyak muatan yang ngeri-ngeri untuk mengajarkan caranya mati ceroboh, dan banyak lagi kartun lainnya yang tak saya ingat judulnya. 

sulit menjelaskan kata mati untuk anak-anak. saya teringat keponakan sahabat saya, usianya waktu itu masih 3 tahun, dia belum mengerti bahwa kata-katanya bisa melukai. keluarga itu tinggal bersama kakek nenek. kakek baru saja dipanggil tuhan. duka itu berlangsung selama beberapa tahun dan dengan riangnya J sering bernyanyi-nyanyi dengan kalimat-kalimat ajaib dan not-not ajaib tentang kepergian si kakek. ini membuat nenek makin bersedih dan seperti dapat kita bayangkan sama-sama, aura negatif begitu cepat menular.

saya posting iklan dumb ways to die ke facebook, suatu hal sepenting itu bisa dibuat dengan cara jenaka, yang menohok dengan halus kesadaran kita. spanduk-spanduk di jalan raya yang bertuliskan : hati-hati di jalan, keluarga menanti dirumah, saya kira kalah menggugah dibandingkan iklan dumb ways to die. sebabnya orang perlu lelucon, karena di dalam lelucon sering terkandung ironi. dan berhadapan dengan itu orang jadi mulai ingat semesta atau tuhannya, mulai ada cemas, timbul kesadaran.   


yang tadinya nekad mulai memperhitungkan tindakannya. yang tadinya sembrono punya waktu lebih untuk memikirkan sesuatu. yang tadinya jarang bersyukur dan mengenal semesta mulai bisa berkata : jagalah dan lindungilah aku dari marabahaya.

seseorang bisa dengan begitu riang bepergian, atau menjalankan rutinitas yang bising. naik transjakarta, turun di jembatan semanggi dan berjalan di sepanjang jembatan penyebrangan menuju kampus atmajaya. hujan turun, sore hari, trotoar penuh. dia berdiri di dekat tukang gorengan dengan minyak mendidih di atas wajan. kemudian dari jauh ada motor melaju, kepleset, menabrak tukang gorengan, minyak membakar tubuh. rasanya betul-betul seperti neraka. sahabat saya mengalami kejadian yang mirip dan ini adalah situasi yang super duper sulit, tak terjangkau nalar.

sesederhana itu kejadiannya, sesepele itu.

atau, di tengah malam kelaparan dan pergi keluar mengendarai motor tanpa helm, hendak membeli mie dogdog. keluar tempat kostan menuju penjual mie yang hanya berjarak limaratus meter, tertabrak mobil dengan pengemudi mabuk, patah tulang belakang, kemudian cacat permanen dengan biaya pemulihan yang membikin gila, rehabilitasi yang sulit, pergeseran identitas dari tak difabel menjadi difabel.

atau mengambil bensin dari tangki motor dengan selang sambil merokok, botol bir di tangan, lima langkah dari tempat berdiri kawan-kawan beramai-ramai berteriak : buruan nyalain bakarannya. hari itu pesta barbeque berlangsung dan kamu kelupaan beli minyak tanah. kejadian selanjutnya bisa kita bayangkan. motor meledak, rumah terbakar, rumah-rumah lain ikut terbakar, dirimu bisa mati atau terkena luka bakar dengan stadium yang parah. 

atau tak menggunakan sandal ketika kerja bakti, tergores kaleng berkarat, kemudian terinfeksi tetanus. masuk ICU, kemudian tak kembali lagi.

ada begitu banyak atau yang lain. ada banyak musibah dan sedih datang dari sesuatu yang sepele. 

orang beriman menyebutnya tawakal, untuk kembali meresapi hal-hal yang disediakan semesta. memiliki tuhan kadang-kadang baik juga. orang jadi lupa untuk angkuh.