Tampilkan postingan dengan label jakartans. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakartans. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

from cipadu down to the road...



saya mau pamer aaahh.. baju-baju yang dibuatkan bude, hasil berburu kain murah meriah di cipadu.

tadinya saya tak menyadari, sekarang saya paham sedikit-sedikit, tentang pengertian-pengertian baru yang bertumbuh sehingga bekal kesadaran makin penuh. gara-gara mendesain sendiri pakaian yang akan saya gunakan sehari-hari untuk keperluan bekerja, kuliah (lagi) dan hang-out, saya belajar banyaaaakk hal.

hal pertama yang saya pelajari adalah soal anatomi tubuh. karena mendesain sendiri, saya jadi makin paham dan mengenali tubuh saya. saya jadi mengerti jenis pakaian apa yang paling cocok saya gunakan. bentuk potongan kerah seperti apa yang paling pantas, potongan lengan dan panjangnya, potongan tubuh tampak belakang dan tubuh bagian muka, dan banyak lagi. saya menyimak dengan serius kebutuhan cutting tersebut. rasanya sungguh asik menerjemahkan desain yang semula hanya berlesatan di kepala menjadi sesuatu yang bisa digunting, kemudian dijahitkan. ukuran yang saya perlukan terjadi sesuai kebutuhan saya, sesuai selera saya. enggak ada lagi bagian lengan sempit sementara potongan perut lebar tak keruan. karena mengenal dengan baik proporsi tubuh sendiri, saya sekalian belajar tentang penghargaan terhadap tubuh. ini juga membantu saya memahami bentuk tubuh orang lain, ketika mereka minta bantuan dibuatkan desain baju. 

kemudian urusan cutting dan aplikasi-nya. saja jadi yakin bahwa setiap orang adalah architect, insinyur, yang membangun. keterampilan ini enggak pernah selesai dalam satu hari dan mesti diasah terus. kepengrajinan karya, ini yang saya maksud. memotong kain itu persis main puzzle, penuh teka-teki dan matematika. luar biasa asik, sebabnya dari selembar kain yang lebar, kita diajak untuk menjadi kreatif dalam mengolah bahan.
makin teliti dan terampil dirimu menambahkan aneka bentuk cutting, makin pintar hitung-hitung, makin beda jahitan pakaian yang dihasilkan. dengan bahan yang sama, penjahit yang beda dalam memotong pola, hasil pakaiannya juga beda.  rasa puasnya beda..bener-bener beda. pokoknya tak terwakili kata-kata. kalau pernah merasakan sendiri cutting pola, mengerti apa yang saya rasakan. 

keterampilan bermatematika meningkat, keterampilan bernalar meningkat, keterampilan berkreasi makin diasah, keterampilan berimajinasi juga makin mengudara. sungguh ciamik..

dari bahan-bahan sisa menjahit pun biasanya masih saya buat patchwork karena enggak mau sembarangan membuang kain. dari sini timbul pemahaman tentang from trash to treasure. dari sampah jadi harta karun. sisa-sisa bahan yang ada dikumpulkan, sampai suatu hari disusun lagi seperti puzzle dan dibuat blouse baru. menyenangkan sekali, menambahkan nilai guna dari perca-perca. 

belajar memadukan perca-perca kain itu juga seru banget lho..kita diberi banyak pilihan untuk memuaskan mata atau menghancurkannya. saya nemuin jembatan keledai tentang warna secara gak sengaja..mungkin memang ada pakem-nya seperti itu di dunia fashion, tapi waktu itu kan saya belum ngeh. dan menemukan moment mak jegagig macam ini bikin bahagia saya tahan lama.

saya jadi tahu kalau bahan bentuk striped cocok dipadukan dengan bahan corak floral, demikian juga bahan corak plaid / cubical cocok digabung dengan corak floral. saya jadi ngeh dan ngerti bahwa bahan broklat itu bener-bener memunculkan seribu satu ide kain yang baru, sebabnya broklat warna apa saja bisa dicocok-cocokin dengan warna kain polos apa saja dan jadi corak baru. bahan broklat juga cocok dengan banyak sekali corak floral, striped, plaid cubical and so on. girang banget setiap nemuin warna-warni baru.

jembatan keledai untuk mix and match warna  saya dapat lewat warna pelangi. saya membikin diagram warna pelangi merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu, tentu saja dalam posisi melingkar. setiap lompatan 1 hingga 3 warna ke depan dan ke belakang adalah warna optimal yang keren banget kalau dipadukan. warna pelangi ini juga bisa ditarik ke warna-warna pastel yang lebih muda dan dipadukan dengan warna vivid dari pelangi.

contohnya untuk lompatan 2 warna optimal : merah cocok dengan kuning, hijau, biru dan nila. ungu cocok dengan hijau, kuning dan jingga. dan seterusnya. untuk turunan warna pastel juga sama. dan warna pelangi ini juga cocok dipadukan dengan warna bumi : hitam, coklat, abu-abu, putih – apapun bentuk gradasinya. mencampurkan warna itu asik banget. saya sering membayangkan alam ketika memilih corak kain yang saya pilih untuk dibuat pakaian. 

kalau mau kamu bisa singgah ke website burda-style. di sana berhamburan ide-ide jahit menjahit. orang-orang di seluruh dunia terhubung satu sama lain untuk saling sharing dan posting tentang jahit menjahit. seneng lihat banyak orang di seluruh belahan muka bumi, menularkan kecintaan yang sama : menjahit baju sendiri. kalau bisa jahit baju sendiri memang ada banyaaaakk sekali penghematan yang bisa diambil. dalam burda-style juga ditunjukkan banyak contoh pakaian simpel yang stunning. pakaiannya boleh sederhana, tetapi cara seorang model menerjemahkan desain tersebut supaya makin optimal dan stunning, jadi contoh yang baik bagi banyak orang. 

intinya jangan salahin bajunya kalau tak tampak keren pada tubuh sendiri. persoalannya ada di diri sendiri, tentang menerjemahkan gratitute dan attitude. kalau cara penilaian terhadap diri sendiri selalu buruk ya apa-apa enggak akan terasa nyaman, karena selalu merasa ada yang kurang dan tak pernah terpenuhi. burda-style ngajarin itu. seorang bisa tampil stunning dengan baju yang sederhana. mereka menyontohkan bagaimana memperlakukan baju dengan optimal.

bahan baku rok ini murah banget, kain tulle hijaunya hanya 5ribu rupiah, untuk neci 3 ribu, furing bagian dalam saya buat dari kain kaos jersey 4ribu rupiah aja. enggak sampai 15ribu bikinnyaa..

blouse syal cardigan ini refashion. dari kaos polo giordano lawas dibelah, beri kain baru, modal kainnya hanya 10ribu rupiah, perlunya cuma semeter, dan kebetulan kainnya lebar besar 150cm, jadi hemat... pada bagian bawah lengan dibuat aplikasi ruffle supaya ada teksturnya
 
kaos merchandise sigur ros ini pemberian kawan tapi ukurannya kecil, kemudian dibesarkan dengan teknik perca quilting dari sisa-sisa kaos berwarna abu-abu. untuk lengannya dibuat lengan baru dari kain hitam sisa bikin kemeja... zero waste..

refashion kemeja lawas warna biru yang sempit dengan broklat. broklat yang dibeli warna biru muda, dicampur dengan furing yang membikin kain broklatnya hidup. jadi warna baru, color block senada dengan warna biru kemeja asli. sebagai aksen tempelkan striped broklat di bagian muka kemeja. jadi deh 1 blouse baru...

baju-nya enggak perlu mahal.. yang penting attitude :) rok-nya murah meriah buat sendiri. kemeja  denim punya bapak, dikecilkan sesuai bentuk tubuh. kaos-nya beli obralan saja 25ribu :) siap deh pergi lihat dunia :)

aku suka banget dengan corak rok ku ini, gambar tentang budha, samsara dan palmistry.. bahannya katun. harganya 15ribu semeter lebar besar 150cm. aku bikin rok dengan desain fit and flare, cantik banget.. modal kainnya cuma 10ribu saja, neci 3ribu dan karet. kemeja denim punya bapak, dikecilkan sehingga sesuai bentuk tubuh..

bahan chiffon burung hantu yang dibeli di cipadu, harganya 13ribu semeter lebar 150cm. ada sisa untuk bikin baju dan dibuat syal, neci-nya 3ribu, harga kainnya mungkin 3ribu.. jadi deh syal asik seharga dibawah sepuluh ribu rupiah.

setiap kali saya main ke cipadu (enggak sering sih, kalau lagi ada temen ajak ke sana aja) saya selalu menekankan ke diri sendiri, bahwa fashion itu soal gratitude dan attitude. bahannya boleh saja murah, tapi imajinasi saya dan keterampilan yang diasah pelan-pelan itu kan mesti diapresiasi, pengalaman berproses itulah yang membikin selembar baju buatan sendiri rasanya jadi ‘luar biasa bernilai.’

sebabnya manusia terlahir dengan keterampilan meniru. sederhana-nya, bayi bisa ngomong kan karena meniru ucapan orangtuanya dalam kehidupan sehari-hari. makin banyak dan komplit perbendaharaan kata yang dimiliki orang tua atau lingkungan tempat dia dibesarkan, makin terampil pula ia berbicara karena punya segudang kelengkapan kata untuk diucapkan. buat saya hal ini setali tiga uang dengan keterampilan mendesain pakaian. saya meniru banyak hal dan terinspirasi, mencari mana yang paling sesuai bagi tubuh saya, kemudian menerjemahkan desain itu. tentang perbendaharaan fashion yang saya miliki, itu pun hasil kesabaran bertahun-tahun ber’penasaran dengan desain-desain anthropologie (brand yang saya suka) yang selalu ciamikk di mata saya. naaah..itulah asik dan serunya, saya gak pernah merasa rugi buang waktu, sebabnya selalu ada pelajaran yang bisa saya petik dan membawa manfaat bagi diri sendiri. 

kalau kamu bisa jahit sendiri, betapa asik...bersyukur banget itu pasti. persis seperti yang sahabat saya M rasakan. dia posting foto mesin jahitnya yang diberi nama barbara dan menyertakan caption : from barbara down the road. sedaaapp..

sahabat saya M itu pandai sekali utak atik gathuk fashion. style dia asik. pakaian yang sama bila dikenakan oleh 2 orang dengan karakter yang berbeda, hasilnya jadi beda lho.. menyadari karakter diri itu penting banget. suka enggak suka, kita merepresentasikan diri sendiri dengan pilihan berbusana. 

kalau kamu ketemu seseorang yang di mata mu salah kostum, berapa pun usianya, jangan dipermalukan ya.. jangan segera menganggap bahwa itulah diri dia yang sebenarnya. kita perlu imajinasi untuk membayangkan orang lain. mungkin, dia salah kostum karena belum ngerti bagaimana caranya memilih warna, mungkin karena dia belum punya kesempatan dan kemampuan untuk memiliki sendiri pakaian yang ia inginkan, dan ada banyak kemungkinan lain. 

gampangnya begini : sayur asem enak,  roti keju enak. tapi kedua hal yang enak ini kalau dimakan barengan enggak cocok. enggak semua fusion itu asik, kadang bisa bikin sakit mata soalnya. tapi hal seperti ini kan gak perlu ditertawakan,orang enggak perlu jadi keji dengan mengolok orang lain dan menjadikannya lelucon. karena humor menjadi buruk ketika melukai. 

nah, tapi ada tapinya...yang enggak cocok di mata saya kan bukan berarti enggak cocok di mata orang lain. karena itu jangan sekalipun menilai penampilan seseorang hanya dari luarnya aja. tiap orang punya pembawaannya sendiri soal gaya soalnya. fashion bisa dibeli tapi style kan enggak. style ada-nya di attitude dan gratitude. kalau kamu nyaman dengan gaya itu, ya teruskan saja, yang penting hidupmu optimal, kalau mati nanti kamu enggak terlalu bawa banyak penyesalan selama hidup.

well, saya juga punya pengalaman salah kostum – bukan karena kemauan saya untuk salah kostum sebenarnya. saya sering kepingin punya baju-baju yang di mata saya keren. apa daya, karena tubuh saya plus size, waktu remaja gak semua kebutuhan itu terpenuhi. selain enggak ada ukuran yang saya inginkan, kebanyakan baju plus size yang dijual bentuknya tante-tante banget, enggak selera saya lah pokoknya. 

daripada bersedih enggak bisa mendapatkan apa yang diharapkan, lebih baik mengisi diri, itu sih prinsip saya. waktu remaja pakaian saya basic banget, enggak menarik. tapi saya enggak mematikan imajinasi soal fashion yang suatu hari ingin saya gunakan. saya enggak mau benci dengan orang yang bisa berpenampilan baik hanya karena saya enggak bisa, soal itu saya yakin, waktunya aja yang belum datang. dan ternyata beneran datang.

saya mengamati dan melihat banyak perubahan dalam diri sendiri ketika mulai menghargai dan memberikan ruang bagi imajinasi menjadi sebuah eksekusi. dan cipadu adalah salah satu tempat yang menjawab doa-doa saya selama ini (serius enggak lebai). kalau biasanya saya beli blouse atau cardigan seharga 150ribu ke atas, harga kain di cipadu untuk kebutuhan 1 blouse saya (yang plus size ini) cuma 30ribu.  sungguh penghematan yang besar-besaran. bayangkan kalau ukuran tubuhmu M atau L, modal kainnya cuma 15ribu untuk desain yang sama. 

so, then again.. thx a bunch cipadu..

ssssttt... kalau kamu suka dengan tulisan ini, silakan mampir ke link ini, ada banyak cerita tentang refashion.. terimakasih sudah menyediakan diri mampir !!!  http://rensimanda.blogspot.com/

stay witty !!

Rabu, 10 Juli 2013

pada akhirnya kita turun ke dapur juga



hari ini saya janjian ketemu dengan sahabat masa kuliah, M namanya.. saya kerap memanggilnya marpuah.. sebagai tanda sayang perkawanan kami yang telah berlangsung sejak usia 18. badannya kurus dan kalau jalan sama dia saya senang, sebabnya dia selalu enggak bisa menghabiskan makanan yang sudah di pesan di restoran, saya jadi tempat sampahnya. 

sikil mambu-nya marpuah, E dan R.. kalau ibarat ceker, sikil marpuah enak buat kaldu, sikil E kelot-kelot, sikil R sungguh luar biasa.. ahahahahaa... damn.. time flies :)

marpuah enggak terlalu gandrung masak-masak di dapur, beda dengan saya dan E yang memang menyediakan diri mampir ke restoran bukan hanya buat makan, tapi untuk lihat dengan cermat dan teliti apapun yang tersaji sebagai pengantar imajinasi untuk mencoba membuat ulang suatu dish.
saya pernah bilang ke kawan-kawan lamaaaa berselang bahwa keterampilan memasak itu selalu ada gunanya. pada akhirnya kita semua akan turun juga ke dapur. entah laki-laki atau perempuan dan berapa pun usia kalian. 

hari ini marpuah menyadari betapa bermanfaatnya keterampilan itu. suatu hari ia akan menikah, ia akan jadi istri dan ibu, ia akan menjamu kawan-kawan, dan ia ingin punya keterampilan memasak. tentu saja seseorang enggak harus jadi istri atau ibu untuk bisa memasak, tapi panggilan kesadaran itu kebetulan baru hadir saat marpuah merasa suatu hari ia akan jadi istri dan ibu. ia mengajak saya untuk bertemu dan mengantarkan dia mencari resep-resep primarasa keluaran femina di basement blok m square dengan harga super duper terjangkau.

sebelum tahu ada tempat yang menjual buku resep dengan harga terjangkau, saya selalu mengandalkan carefour atau giant atau toko buku gramedia / gunung agung. kisaran harga buku resep masakan yang dijual adalah Rp 35ribu rupiah ke atas, tergantung siapa penyusun dan penerbitnya. karena hobi makan itulah saya selalu menyisihkan uang untuk belanja buku resep, sebabnya selain ingin belajar menduplikasi selalu  ada penghematan yang lumayan dengan memasaknya sendiri. 

suatu hari di tahun 2010, iseng-iseng saya jalan-jalan ke basement blok m square. saya ingat hari itu sabtu malam pukul delapan, sepulangnya saya mengajar private seorang murid sma, dia sekarang sudah kuliah di san francisco,(nama kampusnya tak bisa saya sebut di sini) supirnya mengantarkan saya pulang dan saya minta diturunkan di blok m square. hari itu ada amplop berisi uang bayaran les. tanpa melihat isinya, saya tahu berapa kira-kira uang yang ada di dalamnya, dihitung dari berapa kali kedatangan saya untuk mengajar. cukup untuk jajan sebulan. hari itu saya membatin mau menghabiskan uang itu untuk belanja buku di gramedia. saya sudah mencatat buku-buku apa saja yang ingin saya beli dan enggak sabar untuk membawanya pulang ke rumah.

alih-alih mampir ke gramedia, ternyata saya justru mampir ke basement blok m square karena tiba-tiba teringat ada bursa buku murah di sana. hari itu saya beruntung. 

saya ketemu satu spot yang menjual buku resep primarasa komplit-plit. awalnya si penjual membuka harga 15ribu sebuah. kemudian saya tawar Rp 10ribu untuk satu buku. hari sudah malam, jam 9 sudah lewat, orang-orang sudah beberes barang dagangan. dia tanya, “neng mau ambil berapa emangnya?” 

seratus ribu, sahut saya. akhirnya saya boleh ambil 10 buah buku resep masakan itu. kalau saya beli di carefour, cuma dapat 3 buku. pelan-pelan saya pilih-pilih resep yang saya inginkan dan bener-bener mikir mana yang paling saya perlu, sebabnya semua buku resep yang ada menggiurkan dan saya kepingin borong semua sementara uang terbatas. si penjual juga sabar menunggu saya selesai menentukan buku yang ingin saya bawa pulang, padahal setiap lapak yang ada sudah mulai ditutup terpal, kukutan. terpilihlah 10 buku. ketika membayar Rp 100ribu, saya diberi bonus 1 lagi buku resep primarasa, katanya : besok inget-inget belanja-nya di sini ya neng. 

keberuntungan selalu datang tak diduga, karena saya enggak bawa ekspektasi apa-apa. ini menyenangkan dan bahagianya tahan lama – buat saya sih.



demikianlah, kalau sedang ada uang sisa, saya belanjakan buku resep. enggak asal juga beli buku resepnya, mesti dari penyusun dan penerbit yang sudah teruji dan sudah diujicoba resepnya. sebabnya saya enggak mau ketipu food photography yang ciamik tetapi resepnya asal-asalan. 

selalu menyenangkan membeli buku resep masakan, apalagi saya juga punya hobi foto. sekali merengkuh dayung, 2, 3 pulau terlampaui, peribahasa ini cocok untuk situasi yang saya hadapi. selain dapat resep untuk diujicoba, saya juga dapet ilmu foto masakan, lagi-lagi otodidak. pengantar imajinasi itu perlu untuk melengkapi diri. kadang saya beli beberapa buku resep itu untuk kado seseorang. dengan uang seratus ribu, saya sudah bisa beli banyak buku resep, dikemas dengan cantik dan pantas untuk hadiah seseorang. 

orang mungkin merasa masak itu ya cuma masak saja. menurut saya sih enggak sesederhana dan segampang itu. masak adalah bagian dari berlangsungnya peradaban manusia. masak bikin kita jadi human. kalau belum pernah merenungkan ini renungkanlah. sebabnya binatang enggak memasak. ada sih hewan yang memepes makanannya supaya tanak, baru kemudian dimakan. tapi bukan itu maksud saya. 

saya sering membayangkan apa yang dimakan socrates pada masa dia hidup. juga orang-orang selain socrates.


ada warisan dan tradisi yang diturunkan dari nenek ke ibu dan ibu ke saya. dari simbah ke bapak dan bapak ke saya. dari pacarnya kakak saya ke saya. dari mamanya sahabat saya ke saya. dari saya ke banyak orang. itu soal warisan dan tradisi. juga ada persoalan-persoalan lain yang bila direnungkan pelan-pelan membawa kesadaran baru tentang being, tentang semesta, tentang manusia.

di youtube banyak informasi dan video seliwar seliwer yang bisa memenuhi rasa penasaran itu. BBC dan history channel punya banyak tayangan asik perihal makan dan memasak, kalau merasa butuh silahkan mampir dan cari tahu sendiri ya, download dari youtube. juga ada banyak lecturer dari kampus-kampus besar di dunia yang menerangkan tentang food history, semuanya menarik, selama ada waktu memikirkannya, hal-hal seperti ini membantu kita untuk memahami hidup yang terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan menggalau..serius deh, isi diri itu penting.

waktu ibu saya kecil, dia enggak tahu ada makanan yang disebut sandwich tuna. sekarang di usianya yang ke 50an, sandwich tuna adalah makanan favoritnya. tapi dia juga menularkan saya untuk gandrung terhadap mangut lele. darimana ibu tahu sandwich tuna, tentu saja dari peradaban. dari mana saya tahu mangut lele, dari ibu donk.

bayangkan, apa yang dulu terasa sangat sulit, sekarang semuanya begitu sepele. untuk membuat risoles misalnya. itu dulunya makanan mewah. membuat tepung panir-nya saja butuh waktu lama dari gandum menjadi tepung, tepung menjadi roti, dari roti sisa (saving leftover food) dimanfaatkan lagi jadi tepung roti. kemudian membikin pancake-nya juga enggak mudah, dari gandum menjadi tepung, kemudian diberi susu dan telur, dimasak pelan-pelan dengan telaten. belum isian ragoutnya. kemudian digoreng di dalam lemak babi (memotong babi pun pada musim gugur supaya lemaknya bisa diawetkan). dan jadi deh risoles. 

ada banyak cerita tentang asal mula makanan, asik banget cari tahu hal-hal begituan.

dunia yang dulu tak terjangkau, kini dapat dijangkau. makanan yang dulu sulit ditemui di indonesia sekarang menjamur di mana-mana. bumbu-bumbu yang dulu tak ada di sini, sekarang mudah ditemui. orang kepingin mencoba hal-hal baru, ada ujicoba resep di dalam rumah tangga. orang bisa duduk di depan komputer dan dengan adanya internet tahu ada banyak hal tentang kulinari.  

E pernah tanya ke saya waktu kami menyantap kwetiaw dan ifumi di semanggi (kawan-kawan dengan kedekatan massif selalu menyangka saya google berjalan, mereka punya ekspektasi saya bisa menjawab banyak hal), “sejak jamannya copernicus, tubuh kita berevolusi gak sih?”

alamakkk.. ini asik banget buat diperbincangkan. tapi karena kemampuan saya bernalar masih terbatas, sementara topik ini saya tangguhkan dulu. nanti kalau saya sudah agak mengerti, pasti akan saya bagi di sini. selalu menarik ngomongin makanan, masakan, dan peradaban.
oleh-oleh foto burung di kasane, botswana... bikin saya seneng ngebayangin setahun lagi mau ke sana. seneng saya jadi 2 kali, karena punya waktu setahun untuk mikirin seneng itu...ciammiikk !!
 gara-gara kawan saya E menikah dengan seorang chef berkebangsaan inggris, dia mesti pindah ke luar negeri, kami jadi enggak ketemu sampai setahun ke depan (semoga jadi main ke tempatnya) sekarang mereka di botswana (sementara) dalam waktu dekat saya belum tahu ke mana mereka akan menetap, apakah inggris apakah australia. suaminya pernah menawarkan saya untuk membantunya running restoran suatu hari nanti, saya menyambutnya dengan gembira tentu.
beberapa waktu lalu saya mampir lagi ke blok m square untuk melengkapi koleksi buku-buku resep masakan. saya menyiapkan diri untuk berlatih memasak resep yang belum pernah saya taklukan. suami E perlu seseorang yang terampil dan mampu memasak banyak jenis masakan soalnya, hal kayak gini asik tapi juga perlu dilatih. sekarang harga sebuah buku primarasa 12.500 sebuah kalau ambil banyak. kalau beli satuan dihargai Rp20ribu.
Rp400ribu dana yang saya keluarkan untuk belanja buku resep masakan, 32 buku resep masakan yang saya bawa pulang. sungguh penghematan besar-besaran.bener-bener bahagia kecil yang tahan lama.
oiaa..lapak penjual buku banyak di lantai basement blok m square. misalkan kamu mampir dan tanya buku resep primarasa tapi mereka Cuma punya sedikit stok, beralih saja ke tempat lain, cari yang stok dan pilihannya banyak, supaya makin optimal kamu milih-milih resep yang ciamik.. bukan cuma resep primarasa aja yang terpercaya. sebaiknya sih sediain waktu googling dulu buku resep yang kamu pingin dan tahu harganya dari toko buku, biar makin seneng kamu waktu mendapatkan harta karun.
 
kalau beli 1 dihargai 20ribuan, beli banyak boleh 15ribu sebuah...
waktu saya cerita ini ke marpuah, dia langsung sumringah.
Marpuah akhirnya kebingungan juga, sebabnya dia kepingin borong banyak buku resep tapi enggak tahu kapan bisa punya waktu untuk duplikasi. kekasihnya yang sekarang laki-laki kebangsaan amerika, dengan darah italia mengalir pada tubuhnya. resep masakan italia, aneka resep panggang dan caserole, bbq dan sate, sauce and dips, green salad, well you know, sesuatu yang cocok buat lidah J kekasihnya itu. saya bisa lihat pancaran wajah marpuah yang gembira dan gemes ketika pilih-pilih buku. berulang-ulang dia bilang (tanpa suara karena takut kedengaran penjualnya) nyeeett... 25ribu dua nyeeett... saya tertawa melihat dia begitu senang. akhirnya ia beli 8 buku resep, ia menabung mimpi dengan beli buku resep masakan itu.
saya ikutan senang.
saya pilih juga 8 buku resep masakan untuk nambah-nambah koleksi sambil dalam hati bersorak girang. Rp25ribu dua buku..ajegileee...
marpuah bilang : siniiihh gw bayarin...
ajegillleee....
setelah belanja, ketemu sebentar dengan J. marpuah pamer hasil buruan dia kali itu. J bilang ke saya (pakai bahasa inggris tentu, dia gak bisa bahasa indonesia) dia sering ngomong baaanyyaakk hal penting dan berguna ke teman-temannya, tapi mereka enggak menggubris, dan suatu hari mereka ternyata mengakui kalau omongan J benar, lalu melaksanakannya dan datang mengaku, gile bro omongan lu bener. persis seperti perasaan saya dulu tentang pendapat bahwa punya keterampilan memasak itu ada gunanya. 

bukan enggak mendengarkan, kata saya, tapi kesadarannya belum datang.
kami ketawa berdua.

Minggu, 19 Mei 2013

behind the scenes happy sewing and refashion, terimakasih cipadu


beberapa bulan terakhir ini saya banyak mengobrol dengan kawan-kawan perempuan. biasanya saya ngobrol dengan kawan-kawan laki-laki membicarakan musik yang kami suka, genre yang jarang ada di list karaoke inulvista, kalaupun ada aransemen musiknya tak sesuai dengan selera saya. selain musik tentu saja kami bicara soal film, politik dan fotografi, sebabnya saya ini tak pintar dan merasa demikian bodoh sehingga mesti meluangkan waktu ngobrol dengan kawan-kawan laki-laki yang tersebar di banyak tempat untuk bisa tetap menjaga ritme berpikir supaya terus bertahan baik. dengan kawan laki-laki tentu saja saya tak pernah membicarakan fashion. mereka hanya sering bilang saya modis meskipun bertubuh plus size, itu saja. 

saya tentu saja bersyukur punya beberapa kawan perempuan yang dapat diandalkan untuk komen urusan fashion. usia saya sekarang menjelang 30, tak muda lagi, banyak sekali yang mesti dipikirkan dengan lebih serius dengan pertimbangan masak-masak. setelah ngobrol ngalor ngidul dengan banyak kawan perempuan akhirnya kami sampai pada kesimpulan udah gak saatnya lagi peduli sama brand, sebabnya kalau sudah berumah tangga ada banyak persoalan yang mesti diselesaikan dengan baik, terutama soal masalah finansial.

dengan kawan a, dengan kawan b, kawan c dan kawan d kami mengenang masa kuliah, waktu bisa cari uang sendiri, bisa belanja bar ber bar ber. mau beli ini bisa itu bisa.bersenang-senang sendiri dan belum terpikir mengenai masa depan.

uang jajan saya lebih banyak digunakan untuk beli buku dan jalan-jalan makan, sementara si b sibuk berburu tas serta sepatu yang tak murah, si c dengan pakaian-pakaian dan macam-macam lagi. kemudian kami makin tua, berkeluarga dan memilih untuk mengurus anak sendiri karena tak rela anak diasuh orang lain, ini adalah sebuah pengorbanan besar ngomong-ngomong. tanpa mengurangi rasa hormat terhadap bunda-bunda yang masih bekerja ketika memiliki anak, saya mesti mengatakan salut juga kepada bunda-bunda yang sanggup dan berdedikasi mengurus anak sendiri, yang secara otomatis berhenti bekerja dan tak lagi punya uang jajan sebebas dulu untuk dibelanjakan.

pada momen-momen seperti ini, baru ketahuan deh keterampilan mengelola keuangan keluarga itu luar biasa penting. punya keterampilan memasak dan menjahit juga luar biasa berguna untuk menghemat pengeluaran sehari-hari. termasuk keterampilan jeli beli voucher-voucher diskonan di website-website kupon.. ihhiiyy.. yang mengalaminya pasti tertawa. saya ingat cerita teman yang memang menyisihkan uang belanja untuk beli voucher rainbow cake seharga setengah dari aslinya di sebuah website kupon. ia merencanakan dengan jeli dan cermat bahagia-bahagia kecil itu. rencananya cake itu akan diberikan untuk guru anaknya di sekolah, untuk ulangtahun mertuanya dan ulangtahun dirinya sendiri. juga ia yang jauh-jauh hari beli kupon masuk seaworld setengah harga untuk liburan kenaikan kelas anak-anaknya nanti. 

hal-hal kecil seperti ini tentu saja mesti diapresiasi, memikirkan jauh-jauh hari dengan cermat dan teliti untuk bahagia-bahagia kecil. dan kalau kamu bagian dari fenomena ini, kamu punya teman, saya.. ihihihii... ini hobi yang asik, serius. seneng dapet, hemat dapet.

agaknya prinsip inilah yang mewarnai perjalanan perkawanan saya dengan amanda. dia sahabat saya sejak smp, sudah lebih dari 15 tahun kami bersama dan tetap bersahabat. 

waktu kami kuliah, kami rutin main ke pasar senen untuk berburu baju bekas. setelah manda menikah dan bisa menjahit kami gak ke senen lagi,melainkan pergi ke cipadu untuk berburu kain-kain cantik. 

sebelum tahu tentang cipadu, biasanya saya belanja kain di mayestik. karena tubuh yang plus size itulah saya menggantungkan mayestik untuk menyelesaikan masalah berbusana yang agak-agak pelik. sebabnya kalau saya beli jadi, sering tak sesuai dengan selera. kalaupun sesuai dengan selera saya tak semua cutting baju di toko sesuai dengan postur tubuh saya yang ajaib ini. kadang kalau bagian lengan muat dan masuk, bagian perut kebesaran. ketika bagian perut cukup giliran bagian lengannya kesempitan. hal ini mengganggu saya. meski sudah beli di toko tapi sampai rumah masih harus ke penjahit tetangga untuk merapikan bentuk pakaian, ngeluarin ongkos lagi. sekali dua mungkin tak apa, tapi karena terlalu sering jadi iritasi, karena itu daripada banyak keselnya bagi saya ya memang lebih baik jahit baju sendiri. di jakarta ongkos menjahitkan satu blouse di penjahit kampung sebesar 80ribu – itupun jadinya lamaaaa. 

lama-lama saya sadar (sadarnya lama) kalau bisa jahit baju sendiri tentu bisa menghemat lebih banyak. tapi lama-lama saya juga tahu (tahunya lama) menjahit itu butuh waktu, apalagi kalau ingin cutting yang rumit. sementara pekerjaan saya banyak (yang ini saya bohong) ahahahaa.. saya lebih suka meluangkan waktu untuk membaca dan nonton film daripada menjahit, kalau mendesain pakaian saya masih happy – sambil dengerin musik dalam perjalanan menjelang tidur. saya mesti berterimakasih untuk brand anthropologie, modcloth, dan burda karena membantu saya membiakkan imajinasi soal kain-kain dan cutting-cutting yang keren. 

demi tuhan, kalau kamu bisa jahit sendiri ada banyak sekali hal yang bisa dihemat, apalagi kalau kamu enggak terlalu peduli sama brand. pokoknya yang mau beli pakaian mahal boleh, yang mau berhemat juga bolehh...

kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya ke cipadu dengan manda, sahabat saya yang tinggal di singapore dan setiap kali datang ke jakarta menyempatkan diri untuk belanja kain di sana. di sela-sela kesibukannya mengurus rumah tangga, kawan saya ini masih meluangkan waktu untuk hobi menjahit, tangannya terampil dan hasil karyanya rapi serta cantik, saya salut banget deh pokoknya. sebelumnya kami pernah ke cipadu bareng, tapi perjalanan ke cipadu kali ini saya bawa kamera poket untuk oleh-oleh foto, sebabnya saya dan manda punya blog bersama mengenai refashion, untuk keperluan posting tulisan tentu kami perlu foto. 

hari itu saya dan manda hanya menjelajah lapak kain kaos jersey saja, supaya enggak kalap (terutama saya). setelah saya posting di facebook banyak sekali kawan yang menanyakan tentang cipadu. dua hari setelahnya saya antar kawan ke sana untuk belanja kain juga. kemudian saya posting lagi foto terbaru hari itu juga, eh makin banyak kawan yang tanya dan minta diantar ke sana. 

hari ini, enam jam sebelum saya mengetikkan tulisan ini, kawan dekat saya pun minta diantarkan ke sana 2 minggu lagi. dia rupanya tertular cara saya berpikir : udah gak jamannya lagi peduli brand.. yang mau beli pakaian mahal silahkan..yang mau berhemat tiada yang melarang. saya juga yakin bahwa bukan bajunya yang kelihatan mahal tapi attitude kita dan penilaian kita terhadap semesta yang bikin kita lebih utuh menghayati hidup ini. lagipula kalau ada yang bisa dihemat akan ada kebaikan lain yang dapat ditularkan.  

hari ini saya pikir daripada saya capek menerangkan lagi ini dan itu, lebih baik saya tuliskan saja (kan saya ini sibuk banget sampai gak mau diganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang sama, ihihiii..) karena pasti di luar sana juga akan ada teman-teman yang terbantu. 

pokoknya kalau kamu bisa jahit sendiri dan enggak peduli sama brand, kamu bakal jatuh cinta sama cipadu. sebelum berangkat ke sana perhitungkan masak-masak ya kain-kain apa yang kalian perlukan. ketika mendesain pakaian, kamu gak sekedar mendesain baju tapi juga mendesain mimpi. bayangkan akan digunakan dalam kesempatan apa pakaian-pakaian yang hendak kamu kenakan nanti di suatu hari. 

harga kain juga naik terus, kalau kamu memang ada rejeki, gak ada salahnya nabung kain, toh enggak akan busuk. saya bersyukur sudah nabung kain sejak 2 tahun lalu, setiap ada rejeki saya sisihkan untuk beli, suatu hari akan berguna buat saya dan orang lain. 
 
okaay.. kita mulai perjalanan kita yaaa...


ini penampakan kain-kain kaos yang dijual kiloan. pada saat saya ke sana,harga sekilonya 70ribu rupiah, minimal kita harus beli satu kilo kain. kain-kain kaos ini punya banyak sekali corak dan motif. karena bahannya kaos tentu saja melar. untuk tempat ini kita bisa beli campur warna dan motif asalkan minimal belanja sekilo. maksudnya begini, kamu bisa beli setengah meter kain ini, semeter kain itu, dan seterusnya sampai timbangan minimal sekilo atau 70ribu. biasanya untuk memenuhi timbangan sekilo ada 4 meter kain yang bisa kamu dapatkan. lebar kain ini bervariasi dari 150cm – 180 cm. semakin lebar kainnya, semakin berat timbangan kiloannya. kalau lebar kainnya 150cm maka kamu perlu 1 meter kain untuk membuat 1 buah kaos / cardigan / rok / mini dress untuk ukuran tubuh L. dengan uang 70ribu kamu bisa dapatkan kira-kira 4 lembar kaos baru. 

tips beli bahan kaosnya ya mesti memperhatikan berat kain yang ingin dibeli. semakin ringan kainnya, semakin banyak kain yang bisa kita beli untuk timbangan sekilo. semakin tebal kainnya jadi semakin sedikit jumlah kain yang kita dapat untuk harga sekilo. saran saya cek betul kebutuhan kain yang kamu beli. karena kalau kamu beli yang tipis tapi dicuci 10 kali langsung mbladus dan rusak ya ngapain. saya lebih suka beli kain yang agak tebal dan menyerap keringat, lebih mahal sedikit tak apa daripada pakaian jadi cepat rusak dan harus bikin / beli baju baru, buat saya itu namanya tak menghargai bumi karena terlalu sering merusakkan baju. saya masih yakin kebutuhan fashion manusia di bumi membutuhkan banyak sekali sumber energi.


saya beruntung karena sempat beli kain kaos bermotif dan bercorak aneka ria ini 4 bulan lalu, waktu harganya masih 60ribu. waktu itu saya berhasil dapat 5 meter kain yang kemudian saya jadikan 2 buah cardigan dan sebuah rok. motif yang saya beli waktu itu lurik hijau dan bahan kaos bergambar burung (sekarang baju-baju motif gambar-gambar binatang unyuu lagi in banget). 40ribu saja modal yang saya perlu untuk bikin 2 cardigan baru yang bagus. kalau saya beli jadi, selembarnya dihargai 175ribu ke atas. hal ini bikin saya bahagia.


gak semua orang suka difoto waktu belanja. saya memilih agak menjauh dulu untuk memfoto keriuhan itu, sayang enggak dapet momentnya. tapi saya foto juga gimana teriknya siang itu waktu orang-orang seliwar-seliwer beli kain-kain kaos. 

saya perhatikan banyaaakk banget ibu-ibu dan remaja-remaja putri datang ke lapak kaos, di pukul 2 siang, padahal hari ini hari sekolah. saya ini kepo dan usil, ikut nguping pembicaraan orang-orang dengan pedagang. well akhirnya saya paham bahwa mereka, sama seperti saya dan manda, punya kebanggaan tersendiri karena bisa melakukan banyak penghematan lewat keterampilan menjahit. saya makin sadar kalau menguping pembicaraan itu asik juga ya ternyata, jadi ikutan terbawa imajinasi mereka tentang rencana-rencana membikin pakaian. saya jadi makin tahu buat apa mereka belanja kain kaos tersebut, karena penjualnya pun ramah dan pintar melucu, mereka selalu tanya kain yang kita beli itu akan digunakan untuk keperluan apa dan untuk ukuran berapa, lengan panjang atau pendek, sehingga mereka bisa mengira-ira berapa lebar kain yang dibutuhkan. 

setibanya di rumah, saya sempat lihat iklan shampoo rejoice. gara-gara iklan tersebut saya jadi teringat kejadian di cipadu siang harinya. ngebayangin anak-anak gadis remaja itu mungkin akan merantau untuk kuliah. jadi mereka bikin dulu tank top dan camisole dan kaos untuk sehari-hari. bayangkan, kalau ukuran tubuhmu M atau L, 1 meter kain kaos lebar 1,5 meter cukup lho untuk bikin 4 camisole, tinggal tambahin broklat biar manis atau ruffle aneka bentuk.  bikin legging atau sweatshirt sendiri jadinya juga lebih murah. kalau punya keterampilan menjahit sih, enggak rugi main ke cipadu, murah meriah...


 
selain kain-kain kaos dengan aneka corak juga dijual kain-kain kaos jersey yang lebih tipis berwarna-warni polos. lebar kainnya 150cm. sekilonya dihargai 55ribu. karena kainnya agak tipis maka perlu trik-trik khusus ketika mendesain pakaian. saya berencana bikin rok berlayer-layer dengan kain kaos tipis ini. bisa juga kita bikin kaos  atau tank top berlayer-layer, mainkan imajinasimu dan browsinglah di mbah google untuk dapat ide-ide baru. saya kira kamu akan asikk.. misalkan kamu mau buat kaos sederhana dengan aplikasi ruffle, tubuhmu ukuran L, maka kain yang kamu perlu hanya ¾ meter saja. untuk memenuhi timbangan sekilo atau 55ribu, kira-kira kamu bisa mendapatkan 5 hingga 6 meter kain kaos jersey. itu berarti kamu bisa dapatkan 8 kaos baru. gimana..seneng gak?


karena harga kainnya juga murah, sebaiknya sih gak perlu tega nawar dengan harga yang parah. pegang uang 150ribu di sana bisa bawa pulang kain-kain cantik. dengan uang segitu manda berhasil dapatkan 9 potong kain kaos jersey bercorak untuk dibikin simpel dress sama dia. jumlah uang yang sama bikin saya bisa punya 6 cardigan baruu..gress gress anyar.. pengen pengsan deh *lebaaaiii*


manda yang cantik, langsing dan singset itu perlu 1 meter kain kaos jersey untuk bikin mini dress cantik buat dirinya. sementara lebar kain 1 meter bisa saya gunakan untuk buat rok midi tanpa terlalu banyak aplikasi. kain-kain seperti ini juga asik untuk dibuat legging.
 



tentu aja bukan cuma dress atau cardigan yang ada dalam imajinasi saya serta manda. pokoknya kalau sudah lihat kain-kain kaos itu rasanya pengen ngeborong semua untuk dijadikan beragam kebutuhan fashion, tinggal pinter-pinternya kita aja ngebayangin kain-kain kaos cantik itu cocoknya untuk dibuat blouse, kaos, legging, tank top, cardigan, dress, anything..


 
toko atau lapak yang jual kain kaos itu gak cuma satu. jadi jelajahi lah dulu, lihat-lihat dulu kain-kainnya, ramah-ramah lah sama pedagangnya, gak usah terlalu tega nawar, terus tentukan pilihan deh. saya sih terus terang aja nyesel karena terpaku sama dua toko yang jual kain kaos jersey itu, saya pikir udah murah. ternyata di tempat lain (harganya sama sih) eh ada motif-motif lain yang lebih cocok di hati. baiknya, ajak temen untuk ikutan belanja. kalau ada pedagang yang maksa minimal mesti beli sekilo, kita gak keburu rugi ngebuang 70 ribu untuk motif kaos yang belum tentu bikin jatuh hati, sementara yang kita perlukan hanya 1,5m kain kaos.
 
selain kain kaos jersey juga dijual rayon spandek dan bahan melar lain yang enggak saya tahu namanya. mau tanya-tanya pun ribet karena banyak pembelinya yang sama-sama kepingin dilayani.  kalau bahan rayon spandek biasanya lebih tebal dan melarnya bagus. kain ini buat saya sih enak dibikin rok. kalau untuk cardigan saya enggak terlalu suka, lebih enak bahan kaos yang lebih menyerap keringat. 


hari itu saya dan manda kembaran beli beberapa kain yang sama. manda berencana buat dress, saya berencana biuat cardigan. kami gak sabar pengen segera tahu bagaimana jadinya nanti.

 

dua hari kemudian saya pergi lagi ke sana. kali ini dengan kawan saya yang lain, syahrini (bukan nama sebenarnya). kali ini kami menjelajah toko kain chiffon. karena terlalu asik berburu sampai kelupaan pengen foto sana dan sini. jadi hasil jepretannya pun enggak banyak. ada banyak kok toko kain di cipadu. masuki saja satu per satu, pegang-pegang bahannya. puterin dulu baru deh tentukan pilihan. 


waktu saya dan syahrini cari-cari kain datanglah ibu-ibu yang lebih niat belanja kain. saya tanya untuk apa kain yang mereka beli. mereka bilang untuk membuat jilbab, gamis dan tunic.  

 kalau mau bikin jilbab kan juga gampang dan murah. untuk bikin square 75cm misalkan, beli saja kain chiffon yang coraknya dipotong ke arah mana pun tetap sama. seandainya kamu beli 1,5 meter kain chiffon maka kamu bisa dapat 4 jilbab baru. tinggal di neci di sekeliling jilbab. bayangin modal kainnya cuma 20ribu untuk 1,5 meter, bisa dapat 4 jilbab, plus ongkos neci... bisa buat kado deh atau kembaran dengan karibmu atau keluargamu. udah terbayang kan lebih hemat bikin sendiri.. tentu itu untuk potongan simpel dan sederhana, makin rumit pengerjaannya, makin banyak kain yang kamu perlu, tapi makin tinggi juga harga jualnya.. bikin syal juga bisa banget tuh.. serius deh... asikk banget...


kain chiffon yang dijual disini lebarnya 1,5meter. ini yang saya sukai di cipadu. kain-kain yang mereka jual lebarnya panjang banget. kain berlebar panjang bikin kita lebih hemat belanja kain. untuk membikin sebuah blouse sederhana bagi tubuh saya yang plus size ini, dengan lebar kain 115 cm, maka saya perlu 2,5 meter kain. sementara kalau lebar kainnya 150 cm maka kain yang saya butuh hanya 1 ¾ meter  sampai 2meter kain. harga kain chiffon di sana sekitar 13ribu semeter.  hanya 26ribu uang yang saya keluarkan untuk bikin satu blouse. tapi karena kainnya chiffon dan sering menerawang, kadang saya menambahkan furing untuk dijahitkan di dalam blouse tersebut, supaya enggak repot lagi pakai daleman camisole. harga furingnya 10ribu semeter, cukup untuk melapisi tubuh blouse. nah, cuma 36ribu kan modal kainnya. untuk keperluan benang dan kancing yang sederhana senggak sampai 5ribu.  itu buat saya yang bertubuh plus size, kalau ukuran tubuhmu M atau L, tentu lebih murah lagi.. gimana enggak bikin happy tuh...


di cipadu banyak banget motif dan corak kain. mulai dari yang norak di mata saya sampai yang teduh. dari yang vintage sampai futuristik. mereka memenuhi selera mata banyak orang. yang duplikasinya versace juga ada, agak-agak mirip gituuh...asik deh pokoknya..


kalau kain chiffon dijual 13ribu semeter, tentu harga tersebut enggak berlaku untuk jenis kain yang lain. saya enggak tahu apa nama kainnya, tapi bahannya lemes meski agak tebel dan enggak menerawang seperti chiffon. kain-kain seperti ini dihargai 15ribu satu meternya, lebarnya 1,5meter. saya suka banget kain jenis ini. sebabnya enggak perlu menambahkan furing lagi. modal kain yang saya perlu untuk bikin satu blouse sederhana hanya 30ribu. 



tahun lalu saya sempat menikmati harga kain seperti ini sebesar 12ribu semeter. itu bikin saya happy hore-hore banget. ada beberapa kain yang saya beli waktu itu dan saya jadikan blouse sederhana. sebabnya dengan modal 25ribu bisa dapat satu baju baru. karena itu ketika sadar harga kain naik terus menerus, mulai lah saya menyimpan kain dengan motif dan corak yang menarik di mata saya.

imajinasi itu penting banget untuk mengolah bentangan kain jadi pakaian. kadang-kadang bentangan kain itu kelihatan norak atau enggak banget. karena itu memberi gizi untuk imajinasi itu penting supaya bisa menerjemahkan keinginan ke atas selembar kain. enaknya bikin baju sendiri itu enggak ada yang nyamain. itu yang berlaku buat saya.



sebelum kenal anthropologie saya lebih dulu kenal dengan nordstrom. sejak tahun 2008 saya rutin mendownload gambar-gambar fashion dalam web mereka – iyess sekarang ada banyak banget koleksi foto ngejogrok di laptop, sebagai bahan permenungan, ihhhiiyy. gak semua toko baju online besar bisa diunduh gambar produk mereka, karena itu saya seneng banget karena bisa mengarsipkan foto-foto dari nordstrom dan anthropologie. sebabnya foto-foto fashion itu membantu saya membiakkan kreativitas, saya jadi punya kesempatan untuk memikirkan desain baju-baju saya.

nentuin corak dan warna juga nikmat banget lho, soalnya kita sendiri yang bener-bener meletakkan seluruh imajinasi ke atas kanvas – kain yang hendak digunting itu. bayangkan, rasanya seperti pelukis saja deh. menemukan ilham, mendesain. menentukan corak dan warna, menghitung dan mengukur. aduuuhh nikmat banget, bener-bener melatih bagian otak kiri dan kanan. mendesain pakaian betul-betul melatih saya untuk jadi makin bisa menentukan keputusan karena kita punya banyak pilihan-pilihan, makin kreatif dan makin berani bereksplorasi.


well kemarin saya beruntung. setelah beberapa lama kemecer pengen cari kain yang motifnya mirip dengan blouse yang dikeluarin anthropologie serta modcloth akhirnya saya dapet donk, satu kain chiffon bermotif burung hantu yang unyuuu..dan satu lagi motif bunga-bunga vintage yang cantik. pokoknya saya bersyukur dan beruntung.

 sekian laporan cuaca kali ini.... until then berkah dalem manteman ...

oia.. kalau mau cek visit ke blog refashion yang saya kerjakan dengan sahabat saya, boleh banget :) terimakasih sudah mampir... gbu

http://rensimanda.blogspot.com/2012/12/mengapa-refashion.html 

nah, kalau kamu suka pakai cardigan atau outerwear lain, siapa tahu suatu hari ketularan suka refashion, ada juga lho pengantar imajinasi di sini :) silakan mampir http://rensimanda.blogspot.com/2013/12/saya-tak-bisa-hidup-tanpa-cardigan.html