Minggu, 18 Desember 2011

wake up .. enjoy your changing



.
Seorang kawan mengeluh ketika membaca tulisan saya, dia bilang tulisan saya berat. saya tak paham dengan berat yang dia maksud. ini bisa pujian, bisa juga celaan. pujian berarti tulisan saya memenuhi standart essai yang baik yang menggugah oranglain, dan sekaligus celaan yang berarti tulisan saya terlalu rumit untuk dimengerti atau saya yang kelewat dangkal sehingga kawan saya yang rendah hati itu tak tega untuk mengatakan langsung : hai..kau dangkal kawan. lagipula saya tak terlalu paham juga jenis bacaan dia, saya bukan stalker soalnya.

tapi saya menerimanya dengan senang hati. Saya menghargai kejujurannya. Saya menghargai karena ia masih mau membaca tulisan saya yang gak mutu. Terimakasih karena masih menyebutku kawan. Kita yang hidup dengan masa lalu, kini, dan nanti di bumi yang sama, yang mencoba memaknai pengertian di sana sini, secuil hidup yang kita hormati.

Jangan bersedih! Kesedihan hari ini akan berakhir. Demikian ibu saya mengutip ayat alkitab bagi saya 3 tahun silam, ketika saya berjuang untuk bertahan hidup dan melatih keberanian untuk bangun dan pergi lihat sepenggal dunia.

Kawan, setiap kita mengalami lotere buruknya sendiri, sebagian sudah mengalami, sebagian sedang mengalami, sebagian lagi masih menunggu jatah tersebut, tentu kita tak dapat menolaknya, karena itulah kita menghargai proses yang sedang berlangsung. Jangan bersedih, jangan sirik, kalau kau merasa orang lain bahagia terus..heii..pasti kamu belum kenal dekat dengan dia, sebab dalam hidup, kita membawa pedih dan sunyi masing-masing, setiap kita. chairil anwar menulis : nasib adalah kesunyian masing-masing. dia tentu saja betul.  

kita mengalami dan memahami bahagia karena mengetahui apa itu sedih dan susah. Tiada kiri tanpa kanan, seperti tiada atas tanpa bawah, dan perspektif itu seringkali keliru. Karena itu, berilah jeda sebentar dalam hidup kita, ampunilah segala deret riwayat kekecewaan, bertumbuhlah dalam harapanmu yang baru, yang seringkali membikinmu kebingungan. saya telah memimpikan banyak hal, banyak sekali. Barangkali kita lupa, bahwa keberuntungan itu datang bagi seseorang yang siap ketika kesempatan datang.  Jadi bangkitlah dari tidur panjangmu, dan bergerak, persiapkan dirimu, jangan lagi menunda-nunda.

Jangan lagi menyesal dan berlarut dalam kepedihan hari ini. Saya tahu perjuangan kita masing-masing untuk bertahan hidup adalah sulit, masih berdiri tegak sampai hari ini bukan perkara mudah. Karena itu, marilah kita memberi harga yang baru karena mau mengampuni diri sendiri, mau menilai dan menimbang dengan adil, kemudian memperjuangkan hidup kembali. Sebab kita tak mungkin menolak kematian. Dia datang semudah engkau mengambil nafas. Ketika semesta masih memberikan kita kesempatan untuk hidup, pergunakanlah.

di bumi yang dengan sedih saya cintai ini, saya masih mau berbuat sesuatu...kita masih berhak bertemu cahaya pagi

Kesannya kok munafik dan terlalu mudah untuk disampaikan yaa.. kawan, saya juga masih berjuang untuk mempertahankan mood yang baik, dan saya tak menolak hari-hari apes dalam hidup saya kemudian, karena saya telah memahami bahwa hidup adalah rangkaian perjalanan, langit selalu tahu kapan harus menurunkan hujan. Saya masih banyak takut dan khawatir dengan hidup saya ke depan, tapi saya kira, itu terjadi karena hati saya tidak tenang dan tidak mau percaya semua akan baik-baik saja.

 Begitulah.

Ini akan jadi awal percakapan kita yang panjang.

kadang saya menganggap diri saya naive..kalau lagi bengong di malam hari, saya sering menyampaikan doa pada tuhan, supaya ia menjaga dan melindungi orang-orang yang menyentakkan hidup saya, supaya mereka terus berkarya dan menularkan kecintaan akan hidup, ini sungguh-sungguh lho. malam itu saya menyampaikan terimakasih untuk mark zuckerberg yang memungkinkan adanya facebook karena saya jadi bisa terhubung dengan kawan-kawan seantero dunia, bisa tuker cerita dan rahasia dengan kawan-kawan, menggenggam kenangan masa remaja.

beberapa waktu yang lalu saya mendapat beasiswa dari Kontras, selama 3 minggu saya bertemu dengan 29 mahasiswa dari seluruh indonesia. setahun kemudian, ketika saya menjadi volunteer di sana, saya banyak berkenalan dengan orang-orang baru, dari pelosok negeri dan luar negeri. kami bertukar cakap lewat facebook, lewat komen-komen status atau foto-foto. kemarin saya ngobrol dengan mereka. Aceh, jogja, Jakarta, palangkaraya, timika, paris, oslo, wina, ketemu bruk dalam dunia maya.

Sebenarnya saya lebih menyukai ngobrol tatap muka, karena saya senang berinteraksi jarak dekat, memperhatikan perubahan intonasi suara, gerak tubuh, kerut di wajah, hal ini membuat saya bersyukur karena bisa berkomunikasi. Nah..ini adalah keberuntungan kita sebagai manusia, bisa berkomunikasi, bisa menyampaikan segala sesuatu. Keberuntungan kedua adalah karena kita makhluk social, mengobrol membantu kita mengingat kembali siapakah saya, di manakah saya berada, situasi apa yang saya hadapi, and so on. Kalau kamu belum pernah memikirkan keberuntungan ini, pikirkanlah. Bisa berkomunikasi dan menjadi makhluk social adalah sebuah keberuntungan.

dear W, terus bertahan hidup yaaa...terimakasih sudah berbagi tawa... membikin saya teringat quote mahatma gandhi :
“Prayer is not asking. It is a longing of the soul. It is daily admission of one's weakness. It is better in prayer to have a heart without words than words without a heart”

Pernahkah kawan bayangkan hidup terisolir, betapa sepi dan gilanya itu (silahkan tonton cast away untuk merenungi rasa-rasa itu). Beberapa bulan lalu saya mengerjakan koding peristiwa enamlima dan menemukan banyak bentuk kekejaman dan penganiayaan yang berlangsung terus menerus, simultan dan bergenerasi, perasaan terisolir itu membunuh korban dan keluarga korban pelan-pelan. Saya tidak hendak mengentengkan kesusahan hidup yang semesta sediakan bagi kehidupan kita. Tapi marilah kita mengambil nafas sejenak sembari mengucap syukur karena masih diberi kesempatan dalam hidup.

Kawan, pernahkah dirimu ketemu seseorang yang mengeluh hampir 5 menit sekali? Ngomel karena cuaca terlalu panas, ngomel karena berdesakan di dalam bus kota, ngomel karena makanan di restoran gak enak, ngomel karena seorang kawan bertanya mengapa kamu mengomel? Saya sering ngomel juga sih, karena itu saya benci diri saya sendiri kalau sudah jadi pengeluh. Mengapa? Karena kita punya otak dan kita tidak bodoh.

Kita pasti tahu tak semua orang beruntung bisa makan hari ini, kalau kamu belum tahu sebaiknya kamu segera cari tahu, ini sungguh terjadi. Di bumi indah yang kita diami ini, ada orang-orang yang tidak bisa memberikan makan bagi diri sendiri, dan ini situasi sedih. Jadi kalau kamu mengeluh untuk makanan yang ada di hadapanmu karena tak sesuai selera, padahal kamu tidak bekerja untuk membeli makanan tersebut, sebaiknya kamu belajar untuk tutup mulut dan menghargai apa yang melekat pada dirimu hari ini. Kalau kamu masih bisa complain, gw udah bayar, enak aja, makanannya gak enak, puuiihh.. oke, anggaplah kamu apes, tapi coba deh kamu berepot-repot untuk memasaknya, dan nikmatilah hasil masakanmu sendiri. Maksudku, kamu telah membuang waktu kan (seneng atau sebel saat melakukannya, kamu tetep buang waktu), kenapa sih ingin dilayani terus menerus?



Kalau kamu ngomel tentang transportasi public di Jakarta yang serba gak beres lalu memarahi orang lain karena mood-mu jadi berantakan, coba kamu bayangkan jadi seorang difabel, perjuangan mereka untuk menghadapi belantara ibukota. Bayangkan dirimu yang kesulitan menghadapi raksasa jalanan. Kita tentu saja boleh menyalahkan pemda dll, tapi konteksnya bukan ke sana, melainkan, bisakah kau menghargai dirimu yang masih hidup. Masih memiliki alat indera sempurna untuk melanjutkan hidup. Semesta tidak meninggalkan kita dengan perkakas hati yang busuk tau.. itu adalah nurani.

Saya pernah tinggal di rumah sakit selama 42 hari, dan kesulitan melakukan aktivitas sepele seperti berak dan cebok, ini sungguhan, dan ini tidak kasar.

Dulu saya merasa hidup saya selesai, keluarga saya mengalami moment jenuh memompakan semangat untuk saya. Sampai suatu ketika bapak saya menulis surat untuk saya, dia kelupaan untuk menyerahkan itu ke saya, barangkali ia menunda karena tidak tega memberikan surat tersebut, tapi intinya saya menemukan dan membaca surat itu. Saya bersedih. Suratnya singkat. Saya tidak ingat persis kata-kata yang tertera, tapi saya ingat satu kalimat yang menusuk hati : ren, macan tidak pernah menyerah, dia selalu bangkit kembali. Dia akan menemukan jalannya sekali lagi. (saya dan bapak bershio macan, saya memang jadi macan loyo tahun-tahun itu). Kata-kata itu mengusik, karena akhirnya saya tahu, saya memiliki Hak untuk Hidup, tidak ada yang dapat menghentikannya. Saya hanya perlu memompa semangat dan mendukung diri sendiri. Ketika saya tidak menemukan hal yang membanggakan diri saya karena semua terasa begitu biasa-biasa dan tak spektakuler, saya melihat tubuh saya utuh-utuh.

Saya tidak menderita kanker dan penyakit berat lain – yang harus saya tanggung sepanjang hayat adalah saya difabel- saya cacat, tapi itu tidak membedakan saya dari mereka yang tidak difabel.


mata saya masih bisa menonton atraksi menarik dari youtube, saya masih bisa nonton dvd, saya masih bisa nonton bokep, saya masih bisa mantengin orang ganteng.. itu asik dude!!

saya tidak bisu dan bisa mendengar : saya bisa bernyanyi meski hanya di kamar mandi, saya tidak kehilangan pita suara, saya bisa berteriak : dasar tengik lhooo babiikkk...taaaiikk, sambil naik kora-kora dan ngata-ngatain mantan atau gebetan yang nyebelin.. hahhaaha..

saya bisa membaca dan menemukan banyak hal-hal mencengangkan nurani. saya bisa bahasa inggris dan berencana belajar bahasa lain. saya yakin keterampilan berbahasa bisa mengantarkan kita melihat sepenggal dunia.

Eek kita masih lancar (demi tuhan, eek di atas kasur itu gak enak banget...kamu gak bangun-bangun dari kasur dan gak bisa lihat matahari).  oksigen yang kita hirup masih gratis, kulit kita masih bisa merasakan angin, meraba benda, tidak terbakar terpanggang api, kaki kita masih bisa diajak menapak, ini adalah keberuntungan, kawan. Oya, ini penting ! kamu masih bisa orgasme!!

Cintailah dirimu sendiri kawan. Cintailah. Karena kamu berharga..karena semesta menyediakan segala rupa sedih dan pedih untuk melatih kita jadi kuat, jadi membumi, jadi lebih rendah hati, kemudian kalau kamu mau dan mampu, kamu boleh membantu kawan-kawanmu, karena ada masanya nanti kamu mengerti bahwa membagi sebagian kecil dirimu untuk orang lain adalah hal yang indah dalam hidup.

Dan kamu masih dicintai, masih ada yang mau peduli bahkan ketika temanmu bertanya untuk sikap burukmu. Kawan pasti tahu bahwa punya teman rasanya menyenangkan, meskipun kadang-kadang kita perlu menyendiri untuk merenungi apa arti kehidupan itu sendiri. Berterimakasihlah dalam hidup, karena ia mengajarkan banyak hal, kalau saja kita mau memikirkannya pelan-pelan, dalam-dalam.

Bagaimana kalau tak ada yang peduli? Pedulilah pada dirimu sendiri. Kalau kau mau tahu, langit itu tercipta dari harapan-harapan kita. Saya bukan katolik yang taat, saya tidak ke gereja, saya tidak tahu bagaimana cara berdoa, tapi saya mengucap kepada semesta, saya membatin dan mengucap. Saya tidak sempat meyakini itu akan terjadi, tapi saya tahu semesta mengetahui pedih dan keperluan saya.

terus berkarya fellas, bagi peradaban...

 waktu saya sma, saya tergila-gila pada ayu utami, dia kebetulan satu almamater dengan saya di tarakanita. 10 tahun kemudian, saya sampai di Kontras, kalau saya gak difabel, saya gak sampai di Kontras. point-nya adalah, semesta gak pernah meleset, ia menunggu kita siap. waktu umur saya 8 tahun saya bercita-cita jadi penulis. waktu umur saya 12-18 tahun, saya merasakan diskriminasi dan pelecehan karena tubuh saya, dan cara saya mengatasi pedih itu adalah dengan menulis. di tahun 2005 saya mengirimkan novel pertama saya ke dewan kesenian jakarta untuk dilombakan, tentu saja tidak menang, judulnya Nyanyian Kembang Kapas, isinya terlalu naive, tapi saya tak kecewa lama-lama. malcolm gladwell bilang setiap orang memerlukan 10.000 jam terbang untuk menjadi terampil. kemarin seorang penerbit menghubungi saya, katanya ingin menerbitkan tulisan saya, padahal saya tidak kenal dia sebelumnya, saya tidak mencari-cari dia. dunia penuh hal-hal ajaib. dan keberuntungan gak punya jam kadaluarsa.  

Kamu masih punya hak untuk tersenyum hari ini. Dan cahaya pagi masih akan membebaskanmu.
Kalau saya gak jadi difabel, saya tidak akan jadi saya hari ini : yang mencintai kehidupan begitu rupa, memiliki mimpi besar dan memperjuangkannya, yang lebih punya hati untuk terlibat lebih jauh dalam kondisi sosial yang sudah serba carut marut untuk lepas dari kedangkalan.

Saat mengerjakan Singgah-novel yang mudah-mudahan jadi terbit itu, saya mencari kawan-kawan untuk saya ajak ngobrol, karena mengobrol adalah kegiatan yang asik. Kawan saya si pecinta alam, dalam sebuah obrolan hangat dan panjang, mengungkapkan sebuah pernyataan lucu. Waktu itu saya bertanya : wa, apa sih yang paling lo banggain dari diri lo. Dia menjawab lugas seketika itu juga : gw bangga karena gw sombong. Kami tertawa geli. Dia menerangkan sambil tertawa. Lo tahu gak kenapa gw bangga jadi orang sombong? Sebenarnya saya bisa menduganya dan menelusuri sendiri dalam benak alasan-alasan mengapa dia suka diri dia jadi sombong, tapi lewat mulutnya, semua terasa lucu dan membumi.
Gw sombong karena gw punya otak dan gw sebel sama mereka yang tolol karena males. Waktu itu kami sedang membahas mengenai pendakian, dan saya terkesima oleh cerita dia. Dia memulai penjelasan panjang lebar itu dengan berkata : kalau lo tahu beban lo makin berat, lo punya otak buat ngakalin gimana untuk membuat lo lebih nyaman untuk menghadapi itu (dia sedang cerita 14 hari mendaki bukit leuser di aceh, perjalanan terjal berliku, dengan terik dan hujan, kondisi tubuh yang menurun). Persoalan gak akan jadi ringan dengan selalu ngedumel, malah nularin semangat negative ke orang-orang lain, karena gak semua orang bisa dan siap sekejab untuk terus tenang.

dia tentu saja benar. gak setiap orang bisa dan siap sekejab untuk terus tenang. mungkin kamu sering mengalami situasi ini dirumah, konflik-konflik yang membikin hatimu sepet sehingga memilih untuk budek elektif.  budek elektif adalah situasi menulikan diri sendiri, tak menggubris obrolan yang tengah berlangsung – ini istilahnya Ellen, dan saya kerap kali menggunakannya dalam beberapa kali kesempatan diskusi yang menjadi debat kusir dan membikin saya muak – bukan sama Ellen diskusinya, tapi sama orang-orang bebel.
Kalau lo kepanasan dan ngeluh terus, lo tolol. Karena lo harusnya bisa membayangkan sebelumnya, lo sudah disuruh otak lo untuk persiapan, lo bisa menyediakan topi atau kipas, dan berkeringat adalah hal menakjubkan, tubuh lo sedang mendinginkan dirinya sendiri. Cuma orang manja aja yang gak seneng apa-apa mengganggu diri dia, hidup di dunia sendiri aja lo sono. (saya terkikik geli, dia  kalau cerita selalu teknis.)

Saya teringat diri sendiri yang seringkali resah kalau kepanasan – saya alergi debu soalnya, dan kulit langsung jadi gatal dan berperuntul macam kulit jeruk purut. Dia benar, saya tahu kok hari akan panas, ketika saya memutuskan untuk pergi, mengapa saya menyalahkan panas, kan saya tahu, kalau panas alergi saya kambuh.

Gw sombong supaya orang-orang lebih maju dari gw, itu adalah pernyataan dia selanjutnya. Supaya orang lain tertantang untuk jadi lebih baik dari gw, nah mereka bodoh kan, ngapain ngelawan gw, kalau mereka jago, kan yang seneng mereka sendiri, yang bangga mereka sendiri, dan gw ikutan senang dari kejauhan melihat mereka berhasil. Kawan saya ini kompetitif dan mengedepankan fairplay, dia pendiam tapi omongannya dalam, dia tidak cepat akrab pada orang tapi obrolannya membangkitkan motivasi meski dia tak suka baca buku dan mikir berat-berat.  dia bilang, gw gak bisa ngedidik orang yang ketahuan gak mau ngedidik diri dia sendiri (dia adalah senior di UKM-nya yang melatih banyak anak muda untuk berani dan percaya pada kemampuan dirinya, kemampuan bernalar, menganalisa dan memutuskan).

Saya terkenang malam-malam curhat dengan seorang sahabat saya si perempuan hebat yang menyesatkan saya dalam pikuk derrida, dia anak filsafat UI, umurnya waktu itu menjelang 20 sementara saya menjelang 25, kebetulan saya tak merasa terbebani dengan umur, dan senang mendapatkan ilmu untuk meluaskan wawasan.

ia mengatakan : lo cocok deh ren kerja di bidang social atau jadi guru tk. Saya tertawa membaca tulisan itu. kami ngobrol di room chatting facebook, dan saya kerap kali membuka ulang text conversation itu bila butuh untuk tahu lebih dalam, karena ucapan-ucapan dia selalu melecutkan saya, dia tidak menghakimi dan selalu balik bertanya mengenai apa yang saya tanyakan. Awalnya kebingungan, tapi dia membantu saya untuk berpikir runut dan sistematis. Dia mengajarkan saya banyak hal ketika dia mengajari saya untuk menghargai pikiran dan pendapat saya pribadi, menghormati proses kehidupan yang seringkali di masa lalu, saya kutuk. Dia mengajari saya menilai diri sendiri dengan lebih adil. Saya berterimakasih untuk itu, karena ia meluangkan waktu untuk obrolan-obrolan yang membikin saya membuka diri dan menyembuhkan diri pelan-pelan.

Saya melihat melalui dia, bahwa keberhasilan bukan soal keberuntungan dan koneksi, keberhasilan juga perlu diraih sendiri. Mimpi besar tak akan segera menjadi kalau kita tidak mendisiplinkan diri sendiri.
Dalam lini apapun saya kira, kesiapan mental dan bekal pengetahuan itu penting, juga obrolan-obrolan tak penting itu penting, karena memunculkan ide gelembung sabun, yang membikin dirimu dihantam dengan lembut. The time you enjoy wasting is not wasting time. Tapi berlarut dalam kesedihan, hanya mengurangi keberuntungan, karena sebetulnya kita bisa menyiapkan diri untuk segala sesuatu.

Keterampilan tidak selesai dalam satu hari. Kamu mesti menempa dan mengasahnya terus menerus, kamu perlu melihat dunia yang lain. Kamu perlu melatih keberanianmu. Galilah dirimu terus menerus kawan, kendatipun dingin hari ini melebihi dingin yang pernah kau tahu, kendatipun saat ini terasa begitu jauh dan berliku, nikmatilah perubahanmu.

Tidurlah ketika kau membutuhkan istirahat tenang yang panjang atau sejenak. Kemudian bangkit dan bergeraklah. Bergeraklah.. sebab kau layak.

tante masih mau hidup untuk lihat mas dimi jadi anak besar :)) ciumm untuk dimi :))

Saya mengharapkan yang terbaik untuk kawan sekalian. I love you ..


cooking calling


Kemarin sore saya chatting dengan kawan masa kuliah, lisa faradilla. Dia telah menikah, dan kini bekerja di bank. Cerita kami bergulir asik dimulai dengan kalimat… sore-sore gini gw mellow nih, aku kangeeeennn kammmuuu … begitulah. persahabatan kami dimulai dari pertemuan. 

Saya teringat lisa, dan obrolan pertama kami di lantai 4 kampus hanglekir, obrolan paling gak mutu : rumah lo di mana, yang kemudian berlanjut jadi perkawanan sampai hari ini. saya seringkali mampir di rumah dia, menghabiskan makanan (oncom dan perkedel jagung buatan tante yang yahud) sampai kelupaan ujian (di suatu hari jumat tanggal 13, harusnya saya ujian, tapi karena asik ngobrol di rumah lisa, saya ketinggalan ujian. Saya pikir ujiannya jam 13, ternyata sudah dimulai dari jam 11, tolol kan!!) 

Setiap habis lebaran, lisa mampir untuk memberikan kue kering (nih!! Buat lo abisin). Hari-hari kuliah betul-betul sudah berlalu yaaa… dia menemani saya berobat ke bandung, di dalam mobil kami banyak diam karena saya jarang bisa diajak ngobrol masa-masa itu, meskipun saya senang ada kawan menemani saya. Sepulang dari bandung, kami ke kampus, dan makan pizza di senayan city dengan kawan-kawan. Saya hampir tidak ingat kenangan itu sampai hari sabtu lalu, dia mengingatkan saya tentang masa-masa kuliah kami. Dia yang suka menemani saya menunggu magic hour, duduk di dekat jendela mc.donal stc senayan. Ahh hidup..



Makanan mengingatkan saya pada banyak hal. Setiap kali gladi resik di JCC untuk acara wisuda kampus, saya selalu merasa perlu membawa makanan untuk kawan-kawan choir yang begitu saya kasihi. Makaroni skotel dan risoles daging oregano selalu menemani gladi resik setahun dua kali di JCC. Guys..sekarang gw udah lulus beneran, ganti kalian yang nyanyi buat gw.. hari betul-betul berlalu yaaa.. terimakasih sudah memberi saya banyak pengalaman berharga dalam hidup, pahit dan senang, susah dan gembira. Saya menikmati menaklukkan partitur-partitur bersama kalian, dan akan merindukan latihan-latihan choir kitaaa…

saya merindukan menyanyi acapella it’s so hard to say goodbye, dan menunggu kobong dapet part solo di lagu itu supaya alto bisa mulai bernyanyi dudududu... Saya merindukan menyanyi acapella soleram yang indah banget.. ram..ramm..raa’aamm .. damn! I miss those moment. Saya merindukan kejar-kejaran not di part at the beginning-nya anastacia : and  Life is a road  And I want to keep going. Love is a river I wanna keep flowing. terimakasih telah berbagi music. 




Oyaa..saya ingat bertus yang bête setiap kali menyanyi Sio mama  .. e beta rindu mau pulang’e . meski gara-gara lagu itu, mereka (kalau tak salah bertus-chris-kobong) memenangkan acara the BOX nya o’channel. Ihihihii… hidup betul-betul telah berlalu yaa.. sekarang kita mengejar mimpi di belantara realita.

Saya teringat olla dan raisa yang beberapa kali menginap di rumah dan bertanya : Masak apa kita kak!!

Saya teringat ilham yang ngomel ketika kami menonton bioskop dan dia memesan tortilla : bussettt…ini tortilla ni macem gini?? (udah mahal gak enak pula!!)  Besok-besoknya, kami makan happy toss dengan salsa sauce yang saya bawa dari rumah sampai bibir njeding karena asin..hihihi



Suatu hari, saya pergi makan dengan bang papang, morten, dan tommy. Dari kontras kami naik keretaapi dan jalan-jalan menuju suatu tempat penjual kwetiauw di daerah kota, dekat dengan dragonfly. Tommy menuang banyak sekali sambal cabe, wajahnya berleleran keringat, dia gak bisa gak makan pedas. 

Kwetiauw betul-betul mengingatkan saya pada banyak hal, banyak situasi, banyak tempat. 



Malam-malam setelah karaoke di d best dengan bena, kami makan kwetiauw babi di fatmawati, sambil cerita-cerita pedih. Selapanan dimi, saya menemani Ellen membeli mie di rumah makan surya, sembari menunggu kami memesan kwetiauw babi yang gurih dan enak, sambil mengenang hidup betul-betul telah berlalu. Perkawanan memang energi yang luar biasa.

Saya kangen Charlie dan Ellen. Kangen masak-masak bareng. Saya terkenang memasak di dapur Ellen di halim. Saya terkenang Charlie dan daging ikan tenggiri dan babi gilingnyaa… doohh.. guysss… miss you so muchoo.. mari masak-masak lagi.. tapi kali ini gak boleh ada tangis!!!  Kangeeenn… mari bergembira, dengan mimpi-mimpi baru… sebab hidup tahu kapan harus menurunkan hujan :D



Masak-masak memang asik. Di rumah saya, orang males gak boleh tinggal, betul ini…serius lho, mama mengedepankan disiplin dari kecil : pr harus dikerjakan sekarang – kalau perlu ps untuk besok sudah selesai hari ini, setiap beli buku harus langsung di sampul, lipatan baju di lemari tidak boleh lebih 2 mili, kamar gak boleh seperti kapal pecah, meletakkan barang di troli ketika belanja di supermarket harus teratur dan terkategorisasi. 

Saya tertular jadi perfeksionis, meskipun saya gendut, kalau makanan itu gak enak, pasti gak saya makan. apa hubungannya? Begini, dari kecil saya selalu bawa bekal, saya dan kakak gak boleh jajan sembarangan karena saya mudah sekali jadi mencret. (Ngomong-ngomong soal mencret, kawan dekat saya tahu kalau saya gak masuk sekolah atau kuliah, pasti karena mencret). Karena itulah saya selalu bawa bekal dan membawakan bekal bagi teman-teman ( jadi teringat andre jaman kuliah : bawain gw bekal nyet. Dan marsy yang sampai hari ini selalu bilang : aku belum maakkaann … dan teringat lisa yang berbagi bekal di sekre kmk).

Keluarga kami jarang jajan di luar, kecuali mentok banget harus makan di luar atau kepingin tahu rasa suatu makanan dan belajar membuatnya sendiri. Mengapa kami jarang makan di luar? Karena kami bisa memasaknya, dengan rasa yang lebih sesuai lidah, dan dengan harga yang lebih murah (murah bukan berarti menurunkan mutu lo ya..justru meningkatkan rasa dari yang kami coba makan di restoran), dan lebih higienis. Memasak juga menyatukan keluarga dan membuat hari-hari sederhana terasa hidup. Kalau saya sedang nge-date dengan mama, kita selalu pulang ke rumah bawa bahan makanan mentah. Membuat sendiri spaghetti, lasagna atau pizza, sandwich, burger, atau apapun yang tiba-tiba kami ingin makan hari itu. 

Ada cerita lucu tentang solaria. Jaman saya terapi ke bandung seminggu duakali, di sepanjang rest area purbaleunyi, selalu ada solaria. Mama saya bilang : solaria itu punyanya Pertamina ya..kok di tempat jual solar ada solaria. (glupp…ketawa aja deh sambil ngeliatin kumis bapak saya penuh dengan printilan bumbu kwetiauw sapi goreng). Nah sekarang kalau dia lihat solaria, dia suka ketawa sendirian. 

Sekarang sudah masuk bulan desember. Di masa kecil, bulan ini penuh dengan persiapan menjelang natal. Rumah saya penuh dengan harum kue-kue kecil dipanggang, bau selai nanas dengan cengkih dan kayumanis. Waktu kecil saya senang memperhatikan mama memisahkan kuning telur dari putihnya. Menganga-nganga takjub ketika dia memutar mikser. Membantu dia menumis bumbu sambil bertanya kapan matengnya? Masa kecil saya menyenangkan dan saya bersyukur untuk warisan kenangan itu. Hal-hal yang bisa saya bagi untuk anak saya nanti.

dan ini adalah beberapa kenangan kecil tentang makanan dari bilik memori saya.

keluarga kami tak suka masakan instan. kami kalau bikin saus bolognaise agak banyak. karena bisa disimpan. untuk spaghetti, lasagna. untuk disiram di atas sosis atau terong goreng.


ini terong goreng bolognaise yang saya maksud. 

kakak saya punya kawan chef, dari dia saya tahu dasar-dasar memasak, seperti : merebus pasta harus dengan air mendidih seasin laut. bener loo..rasanya enak. ini adalah spaghetti sederhana, disiram dengan tumisan bawang putih dalam minyak zaitun. coba sendiri deh, enak beneran. saya saran anda cari di youtube, foodwishes chef john. inspiratif dan informatif sekali, suara chef john membuat saya merasa tenang dan aman, betah berlama-lama menyaksikan video masak tersebut.


suatu ketika si mama sakit gigi dan dia harus makan bubur. kalau malam saya melek dan baru tertidur pukul 9 pagi. jadi untuk sarapan dia, saya rendam  2 mangkuk nasi dengan 2 mangkuk air. saya tinggal mengetik selama 2 jam. dan nasi itu jadi mekar sendiri. kemudian saya masak dengan 1 bungkus creamsoup instant. hasilnya enak dan lembut. buat saya sendiri, saya taburkan tortila dan rumput laut. kebetulan rumput laut itu sisa oleh-oleh mas agung dari jepang, ada sensasi pedes dan krenyesnya, dengan rempah daun yang tak saya kenal. saya cari di supermarket di jakarta, tak ada yang menjual merk ini. rasanya semegrak di lidah.


siomay bikinan sendiri tentu lebih asik. campuran udang ayam, udang tenggiri, udang babi, dengan sedikit minyak wijen dan parutan jahe. saya biasa mengganti tapioka menjadi maizena, karena kenyalnya beda. siomay model ini bisa dimakan berkuah kaldu atau kering dengan sambel kacang, dicampur kacang mete sedikit supaya rasanya legit. 


setelah nonton tarian india bareng bimo, dkk.. jadi kepingin makan mie instant rasa kari, sekaligus mengingat-ingat banyak cerita lucu tentang mie, seperti : tahukah kamu di kintamani, ada bihun warna biru?. itu ceritaku apa ceritamu?


suatu ketika, kawan saya makan potato brokoli and cheese dari resto wendys, harganya duapuluhduaribu untuk 1 kentang ukuran sedang. saya pikir, keterampilan memasak memang ada gunanya. bisanya, saus bechamel untuk membuat lasagna, juga saya gunakan untuk membuat kentang panggang supaya lebih lembut. langsung dituang di atas brokoli dan sosis pun tak kalah seru.


ini sosis uler yang lucu, dengan brokoli dan saus bechamel dan parutan keju saat memasaknya.


kawan saya bena pernah bekerja di krispy kreme, dia sering memberi saya donat gratis, dari kampus biasanya saya ke senayan city dan menjemput dia untuk ngobrol sebentar, dia pasti memberikan saya donat gratis. masa itu telah lama berlalu. bapak saya tidak bisa makan donat model begini, terlalu manis untuk dirinya, dia menyukai donat bantat buatan mama, untuk dicelup ke dalam susu kopi. saya kira, saya hidup karena kenangan-kenangan kecil macam ini, yang membikin bersyukur karena masih bisa bersyukur.

siapa yang gak seneng sandwich, buatnya mudah dan enak. favorit saya adalah sandwich sederhana, dengan tumisan bombay dalam minyak zaitun ditaburi oregano. kalau mau istimewa, tambahkan keju parut dan keringkan sisi roti tawarnya (lagi-lagi, lihatlah food wishes chef john di youtube, untuk bisa membikin grilled cheese sandwich yang simple tapi alamaakk jann ... ini istilah saya sebagai ungkapan sederhana yang mengagetkan).

kawan kakak saya yang chef itu bilang : dulu waktu gw belajar masak, gw disuruh bikin nasi goreng. kelihatannya simpel, tapi gak semua orang bisa bikin nasi goreng yang enak. gw gagal berkali-kali.  
kebetulan setiap orang yang makan nasi goreng saya bilang buatan saya enak. saya tak pernah pakai macam-macam bumbu. hanya bawang putih dan cabe rawit. saya tidak pakai kecap, sebagai gantinya saya beri gula pasir dan garam, supaya muncul legit gurih (saya tak pernah  pakai msg). kalau mau enak lagi, rajanglah daging asap, maka nasi gorengmu jadi sempurna! saute telur dan daging asap terpisah. sisa minyak untuk menumis bumbu. selamat mencoba :D oyaa..main-main api itu penting!

kalau ada kerabat atau kawan kerabat mampir ke rumah dan mencicipi makanan rumah, mereka kebanyakan bilang rasa masakan rumahan di keluarga kami enak.  kami pakai kaldu daging sehingga muncul rasa yang gurih. ini adalah sayur asem buatan rumah. saya memasak dulu bola-bola daging cincang.  kaldunya disaring dan siap untuk dibuat aneka makanan berkuah. cobalah menumis kacang panjang  dengan daging giling. asik lho!


kalau ada kerabat kecil yang berkunjung, saya buatkan nasi gulung model begini.. supaya mereka tertarik makan. yang tak suka sayur, biasanya tidak komplain. nasinya saya campur dengan tumisan daging giling, jamur, wortel dan buncis. kemudian digulung dengan telur dadar (jangan dibuat kering), dan dipadatkan, kemudian saya bilang : yookk makan sushi nasi gulung.


berencana buat ini untuk natal nanti. lucu... dengan krim yang lebih sehat, campur krim keju pasti cocok.

nah, sudah ketemu cooking calling folks? jangan jadi pemalas yaaa.. sekali-kali cobalah masak-masak. saranku sih, tonton dulu si chef john di foodwishes, karena dia membuat memasak kelihatan mudah dan seru. buka juga cooking with dog, keduanya di youtube. kalau cari resep jangan asal percaya, takutnya gak enak, saranku, carilah resep primarasa, (ini bukan promosi, tapi berbaik hati, daripada jadi gagal ketika pertama mencoba). sekali-kali beri kejutan untuk keluarga dan kerabat folks, supaya kita punya kenangan sederhana yang menyenangkan untuk diingat-ingat nanti.

enjoy cooking, then!!  berkah dalem