Minggu, 20 November 2011

warisan biji duku




aku pernah sakit parah dan kini menjadi cacat, tubuhku tidak lagi sempurna. kau tahu kan, hidup memang serba tidak terduga, hidup sedang direbut darimu. kau bisa tiba-tiba bangkrut, kau bisa tiba-tiba kehilangan pegangan dan tidak lagi menjadi dirimu sendiri. pada periode lelah tersebut, aku selalu merasa diriku sendirian, tidak ada hal yang pasti dalam hidupku dan aku ketakutan. lepas dari masa sakit, ada masalah hati yang belum pulih benar. dalam kapasitas dan keterbatasan diri untuk memahami segala yang telah terjadi, kaitan-kaitannya dan rancangan-rancangan masa depan yang cenderung aku curigai dengan ganas, pergumulan tersebut tidak saja tidak menghadirkan jawab, melainkan juga membikin aku kesulitan untuk bangun dan membedakan ilusi sedih dan manis yang dibuat-buat. aku kehilangan kemampuan akan rasa mungkin. dalam derita batin yang seolah tak berkesudahan, kerap kali aku dibenturkan oleh pertanyaan akan iman. kemajuan yang aku peroleh secara spiritual, lagi-lagi tak menyembuhkan luka dan menghadirkan banyak tanya, banyak perasaan serba salah dan kehilangan kesabaran untuk menanggung. aku kehilangan kemampuan untuk mendeskripsikan keadaan diri, aku tidak mampu menjelaskan apa yang ingin aku sampaikan, apa yang perlu aku utarakan, aku tidak mampu. 

ini kejujuran hatiku. awalnya kudapati diriku tak berjiwa. hilang sudah asa dan mimpi-mimpi. kesadaran diriku kerap kali mengembara, sulit ditangkap. ketika ia mampat dan padat, itu hanya bertahan sebentar, kemudian menguap lagi, menghablur, menguap kembali dan aku kelelahan dalam prosesku menemukan perasaan yang lebih solid dan utuh. pada masa itu aku merasa begitu terpenjara dan terperangkap. setiap orang melihat aku baik-baik saja. diriku tidak pernah merasakan aku baik-baik saja. 

ini terjadi karena aku tak berdaya. aku tidak memiliki kesempatan untuk melihat alternatif lain yang dapat kutawarkan untuk dunia. aku tidak memiliki kemampuan untuk bermimpi. aku mulai terbiasa pada kejadian sehari-hari yang kuterima dengan rela hati dan iba diri. aku kehilangan rasa mungkin. dan proses ini berjalan begitu lambat serta menyebalkan. 

sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri sedihku. sebab, aku percaya, sebelum kematian menjemputku, aku juga berhak meninggalkan warisan di dunia ini, meskipun kecil dan begitu terasa tak berarti. tapi aku tahu ini adalah lompatan besar dalam hidupku karena aku menyediakan diri untuk memberi yang terbaik dalam hidupku. aku menyediakan diri untuk menerima keadaan diriku dan mengembangkannya. meskipun tidak besar, kurang berbobot dan kurang spektakuler, tidak terlalu menginspirasi karena rasanya biasa-biasa saja, tapi rasanya ketika ku melakukannya dengan segenap hati aku merasa berarti. ini adalah rasa besar hati bahwa aku pernah merasa menjadi seseorang yang memiliki identitas, dibentuk dan dimaknai, terbentuk dan memaknai. aku yang tidak sama denganmu, kalian, mereka. tetapi aku yang mau hidup berdampingan denganmu, kalian, mereka dalam damai dan kerukunan, dalam pengertian dan kebijaksanaan, kita yang berbeda dan tak saling menghina, aku yang tak mau kau lukai dan tak ingin melukaimu, yang menyediakan ruang dialog serta memaknai keberagaman dengan cara yang indah, ketika aku menghargai dan menghormati kebiasaanmu, ketika kita menjembatani rasa-rasa ganjil yang tak kita pahami dan tak kan pernah bisa lewat persahabatan dan belas kasih, ketika itu aku merasa bahwa udara yang kita hirup sama, aku tahu bahwa kau pernah menangis sama seperti ku untuk rasa sedih dan bahagia, untuk jengkel dan lega. aku tahu bahwa lidahmu merasakan juga manis gula, asin garam, kelat belimbing, serta pahit biji duku yang tergigit dan tertelan (aku pinjam ini dari ayu utami yang begitu mengilhami kehidupan remajaku). kita yang menjunjung tinggi hak asasi. dan aku kerap kali bertanya setelah ketersinggungan yang membikinku jengah belakangan ini. tuhan tidak bodoh. mengapa harus orang lain persulit dengan kondisi gelap dan terang. mengapa rasanya menjadi begitu tidak masuk akal memperkarakan persoalan yang bisa diselesaikan dengan kondisi menerima keberagaman. 

lagipula surga adanya di iman. dan justru inilah duduk soalnya kemudian. ini yang aku rasa hebat selama berbulan-bulan. aku menolak Allah sekuat usaha ingin menerimanya. 

 Aku perlu menemukan diriku. Aku perlu mengerti mengapa semua bisa terjadi seperti ini. Aku mesti menemukan kembali, memecahkan segala kegalauan hidup yang kutemui. Aku perlu menghargai diriku sendiri. Aku perlu memahami bahwa di luar segalanya, masih banyak hal yang harus kuysukuri, masih banyak hal yang bisa kuperbaiki. Masih banyak hal-hal baik yang dapat aku kerjakan. Kalau nanti aku mati, aku berharap aku sudah percaya tuhan allah bapa yang baik. aku menyadari bahwa badan memiliki batas. bila badan hilang, demikian pula waktu. justru karena itu aku ingin melihat sepenggal dunia.

aku perlu menghayati pemenuhan diri untuk merasakan hak atas hidup. bahwa segala sesuatu di dunia tidak ditentukan oleh seberapa cepat keberhasilan itu dicapai. bukan oleh seberapa muda aku mendapatkan posisi penting yang diakui keluarga dan kolega sebagai nilai-nilai berhasil. seberapa kuat perjuanganku untuk menaklukkan kesukaran hidup. dan itulah rasa berhasil. itulah rasa penuh. ketika aku memaafkan diri sendiri karena keterbatasan beradu cepat dan beradu kuat, beradu untung dan beradu pintar, aku memaafkan diri sendiri dengan segala digdaya dan sikap hormat, bahwa diriku berjuang menaklukkan sulit, berapapun umurku, berapapun kuat kondisi fisikku, aku menghormati diriku karena  tidak menyerah. aku mengakui dengan kejujuran hati paling dalam meski aku tak lagi mengaku theis dan masih berkompromi untuk beragnostik, aku paham bahwa selalu ada faktor ‘yang lain’ yang datang dan harus aku sikapi dengan jeli dan sigap. aku yang merasa beruntung bukan karena ketika ada kesempatan sudah siap, melainkan karena aku belajar untuk mengenal diriku luar dalam, menghormatinya dan mengoreksinya. aku menyadari bahwa allah adalah arah, aku memilih percaya, pelan-pelan dan kemudian, berarti juga nanti-nanti dan besok-besok. aku masih terkesima dengan keheranan. 

ngomongin kedangkalan terus..capekk ah... besok-besok mau happy-happy ... mau berkarya .. 
pater brouwer, romo yang saya kagumi mengatakan : allah tidak berbeda dengan cakrawala. cakrawala pasti ada, tetapi setiap kali saya mau sampai ke cakrawala, gejala itu menjauhkan diri. itulah justru esensinya : cakrawala adalah hal yang ada karena tidak ada. (foto ini diambil agustus 2011, tanjung benoa - bali)

saya mau dengerin five for fighting ah yang judulnya 100 years .. lalu lanjut regina spektor - on the radio . karena suatu hari kita jadi belulang.

refashion

suatu hari saya menonton program vu du ciel di metro tv, episode itu kebetulan bercerita mengenai krisis air di bumi. saya terperangah menyaksikan betapa parahnya keadaaan bumi kita, sebaiknya kau menonton juga episode itu. kebutuhan fashion manusia di bumi menghabiskan banyak sekali sumber energi, mulai dari minyak bumi untuk kebutuhan distribusi antar benua dan ketersediaan air mulai dari penanaman,pemintalan, pencelupan warna, sampai jadi produk pakaian. 

episode itu menggetarkan hati saya. saya teringat film the matrix, pakaian compang-camping, dan kilasan masa depan itu membikin hati saya terpanggil untuk membuat sebuah perubahan kecil bagi diri saya sendiri. saya kemudian berpikir, seandainya dalam satu tahun saya betul-betul tidak perlu membeli pakaian baru. seandainya setiap minggu saya bisa membuat pakaian refashion (mengubah bentuk pakaian lama menjadi seolah baru), maka dalam setahun saya telah menghemat 52 baju, bila saya melakukan itu sampai 5 tahun ke depan, bila ada 1000 perempuan melakukannya juga. muluk-muluk sih..tapi saya suka membayangkan bumi yang lebih hijau tempat anak saya besok-besok bisa berlarian mengejar kupu-kupu, menyentuh putri malu dan mengumpulkan embun dalam mangkuk daun.

alasan kedua bersifat sangat personal (saya senang membaginya, dengan demikian saya merasa lebih jejak dengan bumi, lebih rendah hati karena diberi kesempatan hidup kedua). waktu saya sakit parah, tidak bisa pergi ke mana-mana dan sedih saya telah menjadi demikian hebat, saya berdoa (waktu itu saya tidak berharap tuhan mengabulkannya, pokoknya saya berdoa dan menangis). dalam doa itu saya minta pada tuhan supaya diberi kesempatan untuk berumur panjang dan masih bisa melihat sepenggal dunia..

***
Hati saya terserak. Rerepihnya menghilang bersama udara. saya tak lagi mampu menjangkaunya. saya membutuhkan kepastian untuk mengurangi rasa khawatir.  tapi saya tahu hal itu sulit jadi mungkin seperti ketika kau coba masukkan sinar rembulan dalam botol kristal. Itu dambaan. Kau tahu bahwa dambaan hanya mungkin ada jika ada sesuatu yang belum selesai, masih ada yang dicari. Ada yang tidak bisa kau sangkal bahwa rongga dalam dirimu belum penuh. saya yang tidak pernah merasa utuh. saya sedang tidak berbahagia. 

saya lebur dalam dunia reka-reka, ketika prasyarat justru menaklukkan diri saya sendiri, ketika justru saya terperangkap dan tak bangun lagi. Pilihan saya menjadi serba sulit dan dungu. saya kelelahan untuk melakukan pencarian ulang, untuk sekedar bersandar. hal ini tidak lagi semenyenangkan dulu ketika saya menunggu hari libur supaya punya waktu untuk beristirahat dan tidur. saya lupa bahwa ketidakpastian dan ketidaktuntasan adalah bagian dari hidup yang tak dapat saya hindari. karena saya juga ditentukan oleh yang lain dan yang lain-lain. saya tahu kali ini perlu mengambil jarak terhadap perasaan sendiri sehingga bisa saya dapatkan perspektif yang lebih netral dan menyeluruh.

****

itulah kesan saya terhadap episode buruk tersebut. saya hanya ingin bangun dan lihat dunia. saya berdoa dan membayangkannya dalam kepala : saya bisa bepergian (lagi).

bepergian = mengenakan pakaian. karena itulah saya mendukung gerakan refashion. saya merasa luar biasa bersyukur dan beruntung karena memiliki hidup kembali. buat saya hal-hal remeh temeh macam ini membikin hari-hari saya jadi genap. 

dari sisi penghematan, melakukan refashion itu menyenangkan sekali. apalagi kalau kita bisa menjahit sendiri. beberapa waktu lalu saya pergi ke mall dan masuk ke toko-toko pakaian untuk melihat model-model terbaru. hhmm saya agak terkesima. blus-blus seharga 450ribu rupiah bagi saya tentu berlebihan..betul..saya kira uang segitu, bisa digunakan untuk memberikan buku bagi mereka yang memerlukan bacaan, uang sejumlah itu bisa digunakan untuk membantu orang lain. well i'm not a rich girl..tapi saya suka melakukan banyak hal dan melakukan penghematan, saya kira ini adalah penghargaan terhadap hidup. karena itu hari ini, saya merasa sangat bersyukur memiliki keterampilan refashion.

pernah dengar lagu 'a dream is a wish your heart makes-nya cinderella' kan? lagu itu membikin saya bangkit pelan-pelan.. liriknya membikin saya semangat lagi. saya teringat pelatih vokal yang saya kagumi, mbak mona unsulangi.. suatu hari dalam kesempatan les di elfa, saya tanya pada dia tentang lagu ini. saya terkesan ketika dia berujar : sampai aku gede kayak gini, lagu ini selalu bikin aku semangat ren..

betul mbak.. lagu ini membikin aku bisa bermimpi lagi, terimakasih sudah mengajarkan aku bernyanyi..

when i was a little girl..my father used to say.. if trouble ever troubles you.. just dream your cares away

A dream is a wish your heart makes .. when you're fast asleep.
In dreams you will lose your heartache .. whatever you wish for you keep.
Have faith in your dreams and someday ... your rainbow will come smiling through.
No matter how your heart is grieving ... if you keep on believing
the dream that you wish will come true.











another simplicity saturday.. main-main ke bogor ..

farewell morten, welcome chloe .. suatu hari mau sampai eropa .. mau summer school dan foto-foto

pulang dari jak japan matsuri..lanjut ke PIM 2, aplikasi tempel dari kaos disney yang lain.. i love disney ..


saya membongkar lemari dan menemukan banyak sekali kemeja milik bapak, juga blouse-blouse kepunyaan mama. Saya tahu mau ngapain... saya mau refashion juga...

setiap kali mengenakan pakaian refashion, kalau saya punya waktu lebih untuk mengingat-ingat, saya selalu merasa positif dan tentram... jadi bagian dari semesta .. punya cerita, punya silsilah .. dan demikian punya kehidupan.

Kamis, 17 November 2011

sobekan tiket bioskop dan cakram digital


pengalaman menonton film adalah hal paling menakjubkan buat saya. waktu kecil hampir setiap bulan, bapak mengajak saya menonton film. saya biasa meminta dibelikan kue tetek (eh betul gak sih namanya, pokoknya yang warnanya hijau dan bentuknya seperti tetek itu lhoo.. pasti tau lah ya) ketimbang minta dibelikan pop corn (karena pop corn selalu membikin saya haus).  dia akan bertanya mau apa lagi, dan saya menggeleng. kemudian sebelum masuk gedung bioskop dia akan bertanya apakah saya mau pipis, karena filmnya lama.


saya baru tahu kalau ini namanya kue APE

saya ingat menangis geru-geru di dalam gedung bioskop ketika menyaksikan mufasa ayah simba - the lion king - mati terinjak rombongan wildebeest dalam siasat busuk paman scar menjebak simba.

saya ingat menonton jumanji di grand wijaya center, sabtu malam dan menunggu 2 jam karena ketinggalan pertunjukkan pertama. di sebelah saya duduk ada pasangan sedang bertengkar. bapak mengajak saya ngobrol supaya saya tidak memperhatikan mereka. lucunya, hal-hal kecil macam itu justru teringat saat ini, moment-moment yang dulu tidak berkesan.

saya menyediakan waktu 10 menit untuk berpikir dan menuliskan film-film yang paling berkesan sepanjang hidup saya, semua yang berjumpalitan di benak. karena gak mau spoiler alert, silahkan menonton dan buktikan betapa menariknya film-film berikut.



pertama kali menonton amelie di ccf salemba bersama kawan-kawan kelas 3 ips tarq, saya langsung jatuh cinta dengan amelie. ia sosok yang hangat dan menyenangkan meski hatinya kesepian. sampai hari ini saya masih terpesona dengan amelie, ia yang mencintai dirinya sendiri, dan peduli pada hal remeh temeh – itulah keindahan hidup. caranya yang kreatif dan lucu saat membalaskan dendam bagi dirinya dan orang-orang yang berarti bagi hidupnya. (saya pasti senang punya kawan amelie). saya menyukai cara dia melakukan hal-hal kecil dengan kesungguhan, memberikan kegembiraan bagi orang lain dan berada di belakang layar : ia tidak ingin diketahui bahwa ia-lah sesungguhnya yang telah bersiasat !!



mental saya jadi terbelakang setelah menonton film ini. bapak suka sekali komedi jenis ini. ini film buat saya jorok banget (jorok beneran! saya ngebayangin itu proses syutingnya gimana ya.. mikirin itu aja bikin ketawa dan depresi sekaligus). bapak tidak sabar membiarkan saya sendirian menonton borat, dan selalu nimbrung dan ketawa-tawa keras-keras, padahal dia sudah menonton itu beberapa kali, belum bosan dan masih berkata, jenius..jeniuss



ironi..saya paham rasanya jadi gilbert, tinggal di kota mati, seperti berdansa tanpa musik, begitu prolognya. cerita ini mengalir demikian lancar dan tanpa beban. ceritanya terlalu sederhana, kalimat-kalimatnya tidak hebat, hanya merencanakan ulangtahun arnie. tapi keseluruhan isi cerita, prinsip hidup, keputusan dan pilihan, begitu membumi. saya tidak menangis ketika menontonnya. saya menangis setelah selesai menontonnya. luar biasa.



the best movie i ever saw.. dahsyat.. musik yang diaransemen ulang betul-betul membuat saya terpana. tariannya mengagumkan, warna-warni berlesatan, jenius!! saya beneran ke pengen jadi bagian dalam perkawanan mereka! bapak selalu nonton bersama saya, dan minta diulang bagian lagu yang ia sukai : let it be (sambil berdeham di bagian choir). pernah lihat iklan soy joy kan, dan tarian dari penyanyi kita yang luar biasa am, juga film-nya slank, saya kira mereka terinspirasi dari film ini juga.



teguh karya membikin saya tercengang. saya menonton ini bersama petra marwie di kineforum, cerita rumah yang saya bayangkan persis seperti alur film ini. luar biasa. konflik-konflik rumahtangga, susah ditandingi film macam ini. kalimatnya tidak puitis, tapi justru itulah yang membuatnya menarik..cinta kasih dan harga diri. saya suka endingnya.. indah .. seperti merasakan lebaran!



saya jatuh cinta pada grup band sigur ros.. lagu-lagu mereka selalu membuat saya hanyut, lebur ke dalam bilik hati yang saya kunci rapat-rapat. pertemuan dan perkawanan saya dengan kalis juga dimulai dengan obrolan mengenai sigur ros, video klip mereka yang luar biasa, lirik yang menyentuh, melodi yang membuat saya lupa daratan..indahh. saya gak tahu kalau dia juga suka sigur ros dan obrolan kami langsung tek-tok. suatu hari saya bilang saya dia, musik sigur ros bikin gw mau bunuh diri taukk..beneran. (musik mereka telah mengobati saya pelan-pelan, perlahan dan membikin saya berdamai dengan banyak kenangan buruk). saya menyukai film dokumenter ini. silahkan anda juga tonton. jangan lupa mendengarkan Andvari...



saya menontonnya di kineforum, cerita yang menarik, hebat untuk ukuran produksi masa itu..pertanyaan bodoh saat menonton film ini adalah : kapan orang jawa mulai menyikat gigi dengan pasta gigi? karena sepanjang cerita diperlihatkan detail karang gigi yang menghitam pada gigi-gigi masyarakat jawa.  hanya lucu ketika memperhatikan rima melati dari awal cerita sampai akhir masih mengandung, sementara cerita bergulir sudah bertahun-tahun. begitulah, saya teringat kumisnya max havelaar..mengingatkan saya pada kumis kawan saya dan aroma filter pada tubuhnya.



sampai hari ini kalau saya berkhayal..pijakan cerita saya adalah while you were sleeping, saya merasa sangat hangat dan hidup. di kepala saya sudah ada apartemen dengan warna kayu tempat lucy tinggal, juga sudut-sudut chicago dalam film ini sudah ada di kepala saya, saya membayangkan keluarga besan yang hangat, terbuka dan penuh pemakluman : menerima, saya terpesona dengan keseluruhan cerita ini. ceritanya luar biasa indah dan lancar, sepele, tapi bukankah dalam hidup kita juga perlu mengalami hal yang mudah-mudah untuk membuatnya jadi seimbang



ceritanya mengalir cepat dan tegang. saya menyukai gaya brad pitt yang sombong, ia yang tidak bisa ditaklukkan dan dingin, ia yang ternyata juga rapuh dan penuh pengorbanan. cinta yang luar biasa. saya tidak bisa berhenti membayangkan menjadi robert redford pada film ini,karakter yang luar biasa..saya berdoa,semoga bila situasi pada brad pitt itu terjadi, masih ada yang mau membela saya .. lebaayyy... tapi beneran keren. operasi makan malam yang mendebarkan!!



film ini membikin saya terhenyak dan lupa bernafas. kepedihan itu, rasa bertahan, eksploratif! mengagumkan..saya berduka untuk duka ini, akibat perang, dan penaklukan. saya muak dengan kejahatan dan pelanggaran HAM. mereka membantu saya berani untuk kembali bermimpi melihat sepenggal dunia. semoga mereka masih hidup dan bahagia! saya berdoa malaikat menjaga mereka satu per satu, anak-anak di dunia.



saya berharap seluruh anak di muka bumi, laki-laki dan perempuan mendapatkan haknya yang sejajar. saya berharap setiap anak mendapat kesempatan belajar dan mengembangkan potensi dirinya yang terbaik, saya berharap setiap anak hidup dalam kedamaian dan harmoni. saya berharap setiap orang menolak kekerasan dan merawat kebebasan supaya kita dapat menjadikan bumi tempat hidup yang lebih baik, penuh toleransi.



kebetulan saya suka film-film garapan kakak beradik christopher nolan dan jonathan nolan. saya menyukai memento, the prestige dan batman : the darknight. tapi tidak ada yang sememukau inception buat saya. ide mengenai ekstraktor (pencuri ide yang tersembunyi dalam benak melalui sebuah rekayasa mimpi) luar biasa, dengan kalimat-kalimat teka-teki.

saya tidak melihat ada jumping logic di sini - jelas ia tidak mau membiarkan dirinya terlihat bodoh, christopher nolan itu - which is saya kepingin banget sejenius dia. sampai hari ini saya masih terkagum-kagum dengan inception, saya suka setiap detail pada film ini, saya suka setiap pemerannya, saya suka caranya membikin saya terlihat sangat bodoh dan pongo. jenius!




kenapa tidak tuhan biarkan bangsa dengan satu bahasa. tuhan pernah murka seperti yang disampaikan alkitab,  tuhan menggagalkan rencana itu dan membikin manusia terserak ke seluruh penjuru bumi.

adalah identitas. bahkan dengan tubuhnya sendiri ia tidak dapat berkomunikasi. film terbaik yang pernah saya saksikan. trenyuh dalam penghayatan mengenai manusia-manusia di belahan bumi yang sama. saya tidak dapat tidur berhari-hari memikirkan keserbamungkinan tersebut, betapa hidup kita adalah puzzle-puzzle besar bagi hidup orang lain.takdir dan nasib itu betul-betul terasa mengganggu sekali deh...




buat saya film ini lebih bagus dari film adaptasi romeo and juliet manapun. setelah menonton film ini saya membaca novel tipis brokeback mountain dan terkagum-kagum dengan gambaran lugas dan deskriptifnya, sangat nyata! (buku saya hilang!! bete).  kalau kau mau tahu cinta sejati, tontonlah ini, bawalah bekal pemahaman yang lebih jernih, tentang kasih, penantian dan pengorbanan. saya menyukai cara film ini memberikan pilihan pada kita mengenai penilaian, itulah..manusia suka menaksir dan menimbang, kita tidak bebas nilai. apalah kita?


Kenapa ya film ini hangat banget? Saya kira karena forrest memberikan kesempatan pada kita akan rasa-rasa ‘mungkin’. Mosok sih kalo kita niatnya baik dan jujur gak ketemu bahagia. Mosok sih tuhan gak peduli sama hamba yang kecil di tengah hamparan  pasir di pantai. Mosok sih saya yang underdog gak beroleh nasib baik.

Miss gump, ibu forrest senior (well, si halley joel osment jadi little forrest dan dia sangat menggemaskan) berkata seperti yang kita semua sudah tahu :  hidup ini seperti coklat dalam box, kita gak tahu apa yang akan kita dapat (kira-kira begitu). Sementara letnan Dan menyesali habis-habisan dirinya yang tidak ketemu ‘takdir’ mati sebagai hero, dia malah dipertemukan dengan takdir yang lain yang tak ia mau (lucu) yakni bertemu forrest gump lebih lama. letnan dan membenci keberadaan dirinya yang jadi cacat.

run forrest..run!




terlalu sulit untuk ditangkap pengertian... terlalu sulit, saya ngeri kalau punya kawan macam orang ini.



finding neverland, i’m so in love with peterpan sekaligus berduka terhadap dia. ini bukan cerita tentang peterpan dan tinker bell.. ini cerita tentang cerita peterpan itu sendiri. peter, si kecil yang terluka, tak ada yang dapat menyembuhkan dia.

saya selalu suka kalimat james m barrie : i'm youth i'm joy , i'm a little bird that has broken out of the egg.



superb, splendid adalah kata yang tepat untuk seven. kelam, dingin, sepi. morgan freeman begitu berjarak sekaligus tanpa jarak. film ini luar biasa hebat bagi saya, eksplorasi kekejamannya, rasa menunggu, drama itu betul-betul membuat otak saya berdenging-denging. ASSu.. begitulah pujian saya untuk film ini.menegangkan dan membikin bergidik. saya meyukai kevin spacey si john doe yang pathetic itu.



dari ketiga film silence of the lambs, hannibal, dan red dragon, film terakhir sekaligus prequel itulah yang paling menyentakkan hati. membuat saya terkesima dan kebingungan. tagline film ini saja sudah membuat saya bergidik : to understand the origin of evil, you must go back to the beginning. dahsyaatt .. saya tidak punya lagi kata-kata untuk menggambarkan betapa luar biasanya ketiga film ini. perasaan terbuang dan bertahan hidup, eksplorasi kekejian, sir anthony hopkins .. adore you sir. 



ini jenis film yang bisa saya pahami setelah nonton lebih dari tiga kali, dan bersamaan dengan berkembangnya pengertian, hal-hal yang dulu seolah biasa saja, bisa bikin diri bergidik..karena ngeri.




charlie buckett jelas bocah laki-laki yang beruntung. saya menyukai cara roald dahl bertutur, saya menyukai cara film ini mendeskripsikan novel anak-anak ini. saya ingin ada di pabrik coklat willy wonka juga!!



jelas ini adalah film favorit saya sepanjang masa. biasanya saya selalu lebih menyukai buku ketimbang film, pada cerita adaptasi novel. tapi khusus secret garden, saya menyukai filmnya berkali lipat ketimbang membaca bukunya. segalanya serba detail. saya bisa tangkap suasana sedih dan murung yang menggelayut. ini tontonan luar biasa. saya menyukai membayangkan berada di taman rahasia itu dan merasakan gigitan udara dingin. btw, di otak saya, maggie smith selalu terlihat tua dan suaranya itu lhoo..ampunn deh..khas banget!!



di logic saya sih gak sampai... saya baca cerpennya, tapi tetep gak kena soal badan yang menua, dan memudanya badan.  tapi saya tahu banget soal cinta-cinta sejenis itu (haallahh gak usah bangga!!) saya tahu pedihnya, rasa rindu dan menanti, rasa bertahan.. well i'm so sad of you both ..  tidak bisakah kita tidak menggubris yang lain-lain?



ini adalah film tercerdas yang pernah saya tonton, percakapan-percakapan urban..apa salahnya ya dengan mengikuti hasrat sebelum dia jadi alum dan kelat. saya suka ending di before sunset : kamu tahu nina simone...yang pantatnya egal egol.. (saya masih penasaran si ethan hawke jadi terbang gak tuh..dan itulah menariknya). saya masih pengen tahu cerita mereka !!




do you realise that you haveee the mosttt beautiful face – the flaming lips, selalu saya asosiasikan dengan film ini. kocak, hangat, menghibur.. betulkah ada cinta macam ini? saya menyukai perjuangan cinta yang manis dalam 50 first date... saya mendengar suara israel kamakawiwo'ole dengan genjrengan ukulele-nya berkisah tentang anak-anak bertumbuh .. dan pelangi :D



dolores van cartier membikin hari-hari saya penuh mimpi. saya menontonnya dulluu sekali, selepas kursus berenang di pondok indah, hari kamis yang panas. saya ingat betul hari itu. setelah saya sakit, saya melakukan terapi renang, selama saya sakit, saya tidak bisa lagi bernyanyi karena hati saya terlalu pedih. pada 3 kali kesempatan natal, film ini diputar ulang di televisi dan saya terhenyak mendengar lirik : i.. sing because i'm happy .. i sing because i'm free .. his eyes is on the sparrow and i know he watches me ..




ahhh another babel.. saya selalu menyukai cara alejandro gonzales irraitu menyutradarai filmnya, script yang luar biasa, jalan cerita yang memukau .. penyesalan tiada putus, kesendirian itu, kebingungan yang mendera, jatah hidup di dunia... saya masih bersedih untuk setiap tokoh dalam film ini, saking hebatnya cerita ini!!



capote dan infamous, keduanya bikin saya terhenyak meski saya lebih menyukai phillip seymour sebagai capote. bikin hati capek sebetulnya nonton ini..mendengarkan nada bicara capote.. pegel cuyy!! tapi gak bisa berhenti sebelum sampai akhir. dahsyat



tragis! briony si bodoh menyebalkan.. Begitu meluluhlantakkan hati. Cara berceritanya menakjubkan. Ia betul-betul tidak sadar perbuatannya mencelakakan orang lain. Ia memfitnah, ia berkhianat pada dirinya sendiri. Ia mengacaukan banyak keluarga dengan kelakuannya yang innocent itu. Suatu ketololan luar biasa



berapa ratus kali ya saya nonton di bioskop? 200an kali mungkin (gak sempet ngitung juga) tapi selama saya hidup, saya tidak pernah menemukan suasana begitu ceria dan gempar ketika menonton babies.. luar biasa menakjubkan.. unyu unyu. saya mencintai setiap bayi ituu... uuu unyu..unyuu... ponijao..kamu sudah sebesar apa ya sekarang.. aku dongengin mau? apakah kamu sudah tersentuh kota?




apa sih bedanya film ini dengan lock stock two smoking barrels?? suasananya sama mirip, tapi justru itu yang membikin terpesona.. saya masih terpikat pada brad pitt, dialek irish macam itu, bussett aje gile.. btw, saya suka sisi gelap film-film guy ritchie.. saya suka gaya film dia di sherlock holmes..begitu jantan dan membikin gemas.



goblok. udah itu aja. saking jeniusnya si quentin tarantino (ini jelas pujian dan envy..hohoho). paraaaahhh... gimana ya kalau beneran begitu?

  

siap-siap sport jantung ya nonton film ini..kalau gak kuat dengan kekejaman, jangan dilihat.. film ini luar biasa memukau, saya sampai kebingungan membayangkan kebrutalan dan ketumpulan nurani yang mereka pertontonkan, saya khawatir betulan nonton film ini.



karena saya senang memasak, maka saya suka film ini. keren banget..sejak bisa memasak saya kepingin sekali punya warung atau bistro yang luar biasa nyaman, tak harus besar tapi jadi tempat transit andalan..ada banyak buku-buku dan orang-orang datang tak cuma makan, tapi untuk diskusi dan share good things.




captain...oo...my captain ..  i love dead poet society .. barangkali itu sebabnya saya suka dengan kata-kata, saya juga selalu suka terhadap setiap orang yang punya dedikasi untuk mengajar, mendidik, menularkan kepandaian..mereka yang peduli terhadap orang lain.




cara bertuturnya sederhana, tapi justru karena itulah hal ini menarik, karena ini kisah nyata, dan ternyata masih banyak orang mau berkorban untuk komunitasnya, hal-hal kecil yang membawa perubahan besar untuk orang lain. hidup ibu guru!




saya tonton film ini sejak kecil dan menyukai setiap lagu di dalam film ini, klasik! kakak saya naksir brigita, sampai sekarang kayaknya dia masih cari-cari sosok brigita di kehidupan nyata deh! saya masih ingin sampai austria!


all you have to do is listen... ringan dan menghibur, juga hangat dengan caranya sendiri, musik yang luar biasa hebat, saya melongo-longo lihat permainan gitarnya.. saya kepingin kuliah di julliard juga (ngaaaarep lo ren! tau diri..ahahahaaa...namanya juga mimpi)



saya jatuh cinta pada rowley dengan teriakannya zoowweee mammaa .. i love you kid! film yang menakjubkan! gemes gemes gemes

whattt brad pitt nya banyak banget!!

ifumie




“enak ifuminya?”

aku harus mencerna terlebih dahulu siapa yang mengajakku bicara.

ellen. 

ini dimana? mataku melihat berkeliling. duniaku berhenti berputar. aku tak tahu sedang berada di mana. aku memejamkan mata sebentar, berharap kembali ke tempat terakhir yang sempat kuingat. aku memejamkan mata rapat-rapat, memaksa diri untuk mengingat. aku takut.

“makan aja duluan ren, gak usah nunggu pesanan gw dateng.”

kalimat yang menyamankan hati. suara yang kukenal, intonasi yang sudah kuketahui dari belakang telinga.

aku membuka mata dan melihat ifumi di depanku, penuh dengan sayuran. dan kenangan datang dari belakang kuping, bergulung seperti hembusan angin dingin di telinga tetapi menampar panas di pipi.

“kamu mau ibuk belikan apa?”

ibuku, dengan kaos merahnya. aku benci melihat kaos itu. ia mencucinya dan ketika kering mengenakannya kembali. ia tidak sempat menggunakan pakaian lain yang ada di lemari. aku benci kaos yang dikenakannya.

bau karbol begitu menyengat di udara. gelap dan menjemukan. bau rumah sakit, bau obat.

tuhanku..allahku..engkau dimana?

dadaku sakit. apakah sakit? sakit samadengan sepi.

 “kalau udah dingin gak enak ren.”

aku menatap ellen.

aku malu menanyakan kita sekarang sedang berada di mana. ini bukan tempat yang biasa kudatangi.

 aku melihat di depanku ada kamera.

nikon d90. milik siapa?

kalau bukan milikku pasti milik ellen.

tapi benda ini mahal. ini pasti bukan milikku. tapi kenapa juga bukan milikku?

aku merasa harus berbicara meski tak ada yang mengharuskannya. aku tidak tahu berapa menit yang sudah berlalu. aku merasa harus menghancurkan kebekuan ini.

“fotonya bagus-bagus?”

“lo coba lihat aja, tadi gw belum sempet lihat. sudah keburu hujan di pelataran fatahillah. lo gak bawa kuas buat bersihin ellensa ya? sayang tadi kena percik gerimis. kebiasaan deh lo, kalau punya barang gak telaten lo rawat.”

oh..kamera ini milikku. bagaimana bisa?

tapi urusan kamera bisa belakangan. aku membutuhkan wawasan di mana aku berada sekarang. tidak mengetahui rasanya tidak enak, tidak lengkap dan membikin khawatir. aku menajamkan pendengaran. mengapa sulit sekali untuk mendapatkan informasi di mana diriku berada sekarang. aku melihat ke arah depan. ini pasti pusat perbelanjaan. aku tidak ingat pernah tiba di sini. ini pasti bukan plaza senayan atau senayan city, aku kenal tiap sudutnya. ini berbeda. lagipula cahayanya lebih sephia. ataukah mataku yang menggelap? aku menangkap samar-samar suara pengunjung di restoran ini. tapi aku tak mengerti apa yang ia bicarakan. aku sudah gelisah ketika terdengar suara lantang orang lain berkata, gw di solaria semanggi. lo ke sini buruan. dulu aku kesal dengan orang-orang bersuara kencang berbicara dengan henfonnya. sekarang aku sangat berterimakasih.

ini solaria semanggi.

 aku menatap piring ifumie-ku. piring putih dengan aksen ungu.

ada wajah ibuku di depan. menyuapi aku ifumie. aku benci harus menahan tangis. sungguh.

“lo gak jadi lihat fotonya?”

“ntar aja abis makan.”

“gw lihat dulu deh, tadi ada yang lucu.”

ellen mengambil kamera itu dari tanganku dan sibuk melihat foto-foto yang ada di dalamnya. ia tersenyum sambil melihat foto-foto tersebut.

“hihihiihi..” ellen tertawa geli.

“kenapa?”

“pertama kita ke museum bank mandiri, elu pannniiikk banget. sampai akhirnya di stasiun busway beos lo bilang..udah deh ellen, nyampe dulu yang penting. ntar kita tinggal nyari taksi buat ngelanjutin ke museum bank mandiri. dan ternyata kita berdiri persis di depan museumnya.  ketiga kali kita kesana, lo bilang lagi sama gw, cari bajaj yuk, kita ke asemka, padahal tu asemka persis di belakang museum itu, jalan kaki aja sampe.”

ellen memperhatikanku.



“lo lebih sehat sekarang. jalan lo juga udah lebih gagah.”

betulkah?

“kita nunggu siapa lagi ellen?”

“gak ada, kita berdua doank. ray kan ke bali. gw belum sempet cerita ya? abis tadi seru banget sih ya.”

deg.

aku gak ingat.

“siapa mardiana ellen?”

“sori, siapa?”

“mardiana.”

“gw gak pernah denger. gw gak inget lo pernah cerita. kenapa?”

“gak tahu tiba-tiba terlintas saja.”

tapi desakan kebingungan itu menekan begitu kuat. aku merasa harus menemukan mardiana segera. aku perlu tahu siapa dia. lewat dia pasti aku bisa menyusun puzzle-puzzle yang menjadikanku demikian.

“waktu gw sakit, siapa yang paling dekat sama gw ellen?”

“nyokap lo lah. lo gak pengen ditemuin dulu itu. lo gak mau ketemu orang. lo gak mau ngobrol sama gw. tiap kali gw telpon lo bilang masih gak nyaman dan gak pengen cerita. itu berlangsung satu setengah tahun.”

“maaf ya ellen.”

“slow ren..gw paham betul kondisinya.”

“kapan kita mulai keluar dan jalan-jalan lagi?”

“baru 4 bulan belakangan ini, lo telpon gw, minta gw temenin dan anterin ke museum.” ellen tertawa.

“kenapa, ada yang lucu?”

“gw selalu inget kejadian-kejadian konyol selama kita berkawan.”

“plis tell me.”

“well, hal pertama yang paling gw ingat tentang pertemanan kita adalah jamannya hari-hari pertama kuliah. kita berdua mencret dan masih harus dateng ospek. tapi kita kabur dan makan es podeng, dan justru mencret lebih parah.”

“yayayaa...gw inget. idung lo dulu gede banget...”

“sialan lo..hahhahaah..”

“dulu lo lucu dan banyak sekali tertawa. hal-hal gak penting buat lo jadi sangat penting. lo marah kalau orang ketawa ketika lo bicara, lo suka gak ngeh kalau yang elu bicarakan memang lucu betulan.”

sumpah gw pengen bisa ketawa sekarang.

“paling berkesan buat gw waktu kita lomba paduan suara di UI. lo nabrak pintu kaca sampai separuh ruangan itu geter. dan setiap anak yang lagi ujian di luar ngeliatin elu. gw berdoa waktu itu supaya kacanya gak pecah. sebulan setelah itu setiap kita ngaso dari kampus ke plaza senayan, lo selalu buang tissu di sela pintu untuk memastikan gak ada kaca di situ. well emang rabun ayam lo makin parah. lo pake kacamata tapi kalo udah sore masih kebingungan jalan ngeliatin aspal.”

ellen ketawa ngakak. “sori ren, tapi elu itu kan gede banget ya. trus rambut lo acak-acakan macem hagrid, dan lo jalan nunduk, pake ransel kecil pula. jadi sumpah itu lucu banget. no hard feeling ya sayaanng..”

“nyokap lo nelpon tuh.”

aku melihat henfon yang ditunjuk ellen. foto ibuku tampil di layar.

“kamu mau pulang jam berapa ren? mau nginep rumah ellen atau pulang?”

“tadi waktu aku pergi emang rencananya gimana?”

“loh kok kamu malah tanya balik, memang tadi rencanamu gimana, ibuk telfon gak ngajak tengkar lo ren.”

pesanan nasi goreng balut telur dadar ellen tiba. aku ingat ia selalu memesan menu yang sama.

“ellen, tadi gw bilang sama elu mau nginep apa enggak?”

“kayaknya enggak deh. tapi coba lo cek tas lo, lo bawa baju ganti gak?”

“nanti aku pulang deh buk, tapi gak tau jam berapa.”

“ibuk, mardiana itu siapa?”

“siapa?”

“mardiana.”

“mardiana?”

“oh..dia kawan satu bangsal mu dulu waktu sakit.”

“kenapa dia buk?”

“dia harus operasi tulang belakang karena kena tbc tulang.”

“dia meninggal apa hidup?”

“ibuk gak tahu kabar selanjutnya. kita sudah pulang sebelum dia keluar rumah sakit.”

“duluan siapa yang masuk?”

“bagaimana?”

“siapa yang duluan masuk rumah sakit, aku atau mardiana?”

“ mardiana sudah ada di bangsal waktu kamu datang. kenapa kamu tanya mardiana?”

“gak tau..rasanya mengganjal saja.”

hening.

“ibuk, nanti kalau aku pulang, tolong ceritain waktu aku di rumah sakit ya.”

“kamu hati-hati ya.”

hening. pembicaraan sudah terputus.

“lo rencana mau pulang jam berapa ellen?”

“terserah elu ren. kita lihat aja nanti gimana, besok gw ke kantor juga siangan kok. lo makan ifumie-nya.

mbededeg gitu.”

beberapa makanan membawaku ke beberapa tempat di masa lalu. aku memandang ellen. ia sahabat terbaik yang kupunya. kupikir tak mengapa bila jujur padanya. ia orang yang kupercaya tidak akan tertawa dalam susahku, dalam bingungku.

“kenapa gw suka martabak ellen?”

diam.

“gw gak pernah tahu lo suka martabak. lo hampir suka setiap jenis makanan kayaknya.”

“tapi emang sih setiap kali lo jalan sama gw setelah sakit, lo pasti bawa bekal martabak goreng. bekal lo tadi pagi juga martabak goreng.tapi gak lo makan. tadi lo kasih ke pemulung, waktu kita ngantri tarot di fatahilah.”

aku gak ingat.

“ellen..gimana ceritanya gw bisa punya kamera?”

ellen tidak bertanya lo gak inget ya..seperti yang sering diucapkan marcy. ia meminum lemonade-nya – aku selalu ingat ellen suka lemonade.

“lo punya kamera 7 bulan lalu. itu hadiah ulangtahun lo ke 24. lo cerita ke gw, itu hadiah yang paling lo suka sepanjang hidup lo.

aku memandangi dia, dan merasa kosong di dalam



Kalau kau pernah kesepian,kau boleh sebentar-sebentar jadi gila dan membayangkan apa saja, sebab kau tak lagi memiliki hati yang kau percayai.

Kalau kau pernah kesepian, kau tahu bagaimana rasanya pernah menyangkal tuhan yang sudah membuatmu ada. Kau barangkali merasa tuhan sombong dan arogan. Tuhan yang mengabaikan dan membiarkan. Tuhan yang tidak datang ketika ada anak jalanan disodomi berulangkali dan dibiarkan mati dimutilasi, si anak itu hanya bagian dari cerita bumi, itu saja. Sebab ia tetap mati dan tidak ada yang ingat padanya, sebab ia hanya statistik, dan statistik seringkali menipu, sebab kau tahu cerita bumi selalu penuh dengan kiri dan kanan yang tak bertemu. Cerita bumi terus bergulir tentang golak darah juga golak bukan darah yang lebih parah.

Ketika kau kesepian  duniamu berubah warna. Ia menjadi sephia. Kuno dan tak terjamah. Ia menjadi begitu rapuh dan temaram. Seperti berkabut dan kedinginan. Duniamu seperti warna daun musim gugur yang rontok, musim yang tidak pernah kaualami tetapi kauhayati dalam kesadaran sebagai cerita pedih. Kulitmu bisa merasakan jejak dingin sampai ke belulang. Ketika kau kesepian, air matamu yang menempel di pipi jadi beku. Hatimu rasanya tiba-tiba kaku. Dan kau kebingungan, kau tersesat. Kau menangis dan tidak tertolong. 

Kau ingin pergi dan keluar tapi tak tahu caranya kecuali terus berjalan dan berjalan dan berharap tidak ada lagi yang lebih buruk yang harus kau temui dan kau hadapi. Kau tidak takut, kau hanya hampa. Kau tidak tahu bagaimana lagi harus berhadapan dengan dunia. Rasanya ingin kabur saja dan menutup mata. Tapi ternyata kau masih di tempat yang sama.

Ketika kau kesepian, seluruh alat inderamu berfungsi dengan teramat baik. Lidahmu bisa merasakan ludah yang kental pahit, mulutmu keram dan sulit digerakkan. Nafas jadi kian sulit sebab dada terasa begitu sesak dan akan meledak. Ketika kau kesepian, matamu terasa begitu sakit untuk memandang cahaya, ia menyipit meski berada di tempat gelap, ada keberanian tersisa untuk meraba, tetapi ketika kulitmu bersentuhan dengan permukaan apapun, rasa permukaan tersebut menjadi begitu kasar, berterutul, dingin dan basah. Liang hidung menangkap angin dingin dan rasa ngilu di tulang karena kedinginan makin tak tertahankan.   Kau kesepian dan merasa begitu jauh dengan segala yang hangat.

Kau lupa akan ingatan tentang tawa di bawah sinar matahari. Ada rumput hijau, langit luas warna biru dan sedikit awan putih yang berarak, ada tawa dengan gigi palsu milik simbah dan aroma tubuhnya yang tak bisa kau lupakan, ada bapak dan ibu yang kau hafal intonasinya ketika bicara,ada saudaramu yang pemalu. Kau lupa akan ingatan tentang makan siang di udara terbuka, dengan tetesan embun dingin di permukaan gelas, rasa rambutan dan dendeng bersalut ketumbar.

Sebetulnya,kau hanya ingin beristirahat dengan tenang. Kau hanya ingin berada di tempat yang kau kenal dari kecil, setiap sudutnya. Kau hanya ingin menemukan tawa yang sudah menguap bersama banyak kenangan pahit, kemarahan, dan tangis. Rumah masa kecilmu yang selalu menetap dalam kenangan. Kau teramat merindunya. Kau merasa ingin kembali ke sana meski kau tak bisa, tak akan pernah bisa.

Kau merasa sangat kesepian dan memerlukan kembali pulang, ke rumah masa kecilmu, sewaktu keluargamu masih lengkap dan hangat. Rumah masa kecilmu, tiap sudut yang kau kenali, tempat kau bersembunyi di bawah meja, di balik televisi. membaca buku sambil melihat tanaman yang ditanam bapak dan ibu. Kau merindukan keriangan yang dulu pernah terjadi.

Kau merindukan suara-suara dalam rumah, suara adzan maghrib yang terdengar dari masjid dekat rumah, suara ibumu menyuruhmu makan, bapak yang memangilmu untuk mengajak bernyanyi, ia yang mendongengkan banyak cerita indah. Kau mendengar ibumu memanggilmu-mengajakmu berahasia untuk memberikan hadiah kecil bagi bapak juga kakak. Kau mendengar kakakmu memanggil mengajak berbagi jajanan, mengajak kongkalikong kecil, pertengkaran kalian, persahabatan kalian.

Kau mengingat garis di tembok tempat bapak mengukur tinggimu setiap menjelang rapotan kenaikan kelas. Kau merindukan sarang laba-laba dipojok rumah, kau merindukan bau rumah yang kau kenal. Kau merindukan ubin retak di dekat pintu dan suara gonggong anjingmu yang kau sayangi.

Kau menertawakan dirimu yang kecil bersembunyi di pojok dekat kursi rotan menangis karena dijahati kawan. Kau yang tiba-tiba sudah jadi anak besar, menangis di sudut kamar-menggigit bantal supaya isakmu tertahan-ketika orang yang kau kira kau cintai dengan tulus justru melukaimu dengan caranya yang halus-kau yang sudah berjuang dalam kapasitas hatimu untuk menunggunya dan tetap tidak dipilih.

Kau merindukan tidur nyaman yang tenang, ketika malam bersahabat denganmu, ketika mimpi membolehkanmu menemukan apa saja berada di mana saja, ketika engkau memiliki malammu sendiri.

Kau merindukannya dan tak dapat menemuinya kembali meski hanya satu kali, meski engkau memohon untuk waktu yang sebentar - engkau yang rela memberikan apa saja untuk bisa kembali.

aku yang merelakan apa saja untuk jejak lagi dengan bumi.